Jakarta,http://Eksisjambi.com – Polytron mencatatkan pencapaian mengejutkan di industri otomotif nasional. Meski baru menjual satu model mobil listrik di Indonesia, perusahaan elektronik lokal tersebut berhasil mengungguli sejumlah merek otomotif Jepang dan China yang telah lebih dulu eksis di Tanah Air.
Setelah merambah pasar kendaraan listrik roda dua, Polytron resmi masuk ke segmen mobil listrik pada 2025. Kehadirannya langsung menarik perhatian, bukan hanya karena statusnya sebagai pendatang baru, tetapi juga dari sisi performa penjualan.
Berdasarkan data penjualan retail (dealer ke konsumen) yang di himpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang 2025.
Polytron mencatatkan penjualan 353 unit mobil listrik. Angka ini tercatat lebih tinggi di bandingkan beberapa merek mapan seperti Subaru (300 unit), Kia (273 unit), Maxus (192 unit), serta merek lain seperti Volkswagen, Volvo, Seres, hingga Audi yang penjualannya belum melampaui Polytron.
Meski demikian, dari sisi pangsa pasar, kontribusi Polytron masih berada di kisaran 0,0 persen, jauh di bawah raksasa otomotif Jepang seperti Toyota, Daihatsu, dan Honda yang masih mendominasi pasar nasional.
Untuk bersaing di pasar domestik, Polytron mengandalkan dua varian mobil listrik, yakni Polytron G3+ dan Polytron G3. Kedua model tersebut dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat.
Mobil listrik perdana Polytron ini merupakan hasil kerja sama dengan Skyworth K EV. Dari sisi dimensi, Polytron G3 dan G3+ tergolong bongsor dengan panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, serta jarak sumbu roda 2.800 mm.
Berkat dimensi tersebut, mobil ini menawarkan ruang kabin lega dan kapasitas bagasi hingga 1.141 liter, lengkap dengan fitur Electronic Tail Gate with Kick Sensor untuk kemudahan akses.
Dari sisi performa, Polytron G3 dan G3+ dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh. Mobil ini mampu menempuh jarak hingga 402 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Tenaga yang di hasilkan mencapai 150 kW dengan torsi 320 Nm, khas mobil listrik yang menawarkan akselerasi instan. Di atas kertas, akselerasi dari 0–100 km/jam dapat di capai dalam 9,6 detik, dengan kecepatan maksimum 150 km/jam.
Polytron juga menawarkan skema kepemilikan yang cukup kompetitif. Konsumen dapat membawa pulang mobil listrik Polytron dengan skema sewa baterai mulai dari Rp 299 juta. Sementara itu, untuk pembelian baterai secara langsung, harga mobil listrik Polytron di banderol mulai Rp 419 juta.
Dengan capaian penjualan tersebut, Polytron menunjukkan bahwa pemain lokal mampu bersaing di tengah ketatnya pasar mobil listrik Indonesia, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa persaingan di segmen kendaraan ramah lingkungan kian terbuka lebar.**







