Jambi,http://Eksisjambi.com – Terminal Rawasari, yang di bangun pada era 1970-an, pernah menjadi salah satu pusat transportasi dan denyut ekonomi utama di Kota Jambi. Terminal ini menjadi titik temu ribuan warga setiap harinya, dengan angkutan kota (angkot) yang hilir mudik menghubungkan berbagai kawasan di dalam kota.
Pada masa kejayaannya, terutama sepanjang era 1970-an hingga 1990-an, Terminal Rawasari di kenal sebagai nadi mobilitas masyarakat. Aktivitas ekonomi tumbuh di sekitarnya, mulai dari pedagang kaki lima, warung makan, hingga jasa transportasi yang bergantung pada ramainya penumpang.
Namun, seiring berjalannya waktu, peran strategis Terminal Rawasari mulai mengalami penurunan. Perubahan pola mobilitas masyarakat, meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi, serta hadirnya transportasi berbasis aplikasi membuat terminal ini tak lagi menjadi pilihan utama. Aktivitas angkot berkurang drastis, dan kawasan terminal pun perlahan kehilangan denyut keramaiannya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah revitalisasi dengan mengubah fungsi Terminal Rawasari. Alih-alih di pertahankan sebagai terminal angkutan, kawasan ini kini di tata ulang menjadi ruang publik yang lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat modern.
Saat ini, Terminal Rawasari bertransformasi menjadi area kuliner, ruang nongkrong, serta spot aktivitas komunitas kreatif. Revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian kawasan sekaligus menghadirkan ruang interaksi sosial baru bagi warga Kota Jambi, khususnya generasi muda.
Salah satu wujud nyata transformasi tersebut adalah pemanfaatan Terminal Rawasari sebagai lokasi berbagai kegiatan publik, seperti Tumpah Ruah Fest. Festival ini menjadi ajang kolaborasi antara pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Jambi. Kegiatan tersebut turut memperkuat citra Rawasari sebagai pusat ekonomi kreatif dan ruang ekspresi baru.
Transformasi Terminal Rawasari menjadikannya contoh bagaimana “ruang lama” dapat di fungsikan kembali secara relevan dengan perkembangan zaman. Dari pusat transportasi tradisional, kini Rawasari tumbuh sebagai simpul ekonomi dan sosial baru yang memberi warna tersendiri bagi wajah Kota Jambi.**







