Bogor,http://Eksisjambi.com – Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Bogor, Jawa Barat, mengungkap berbagai inovasi menarik di sektor perikanan yang di nilai berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan pembudidaya dan nelayan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan legislatif meninjau sejumlah teknologi tepat guna yang telah di kembangkan untuk mendukung usaha perikanan skala kecil hingga menengah. Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah alat pengasapan ikan yang praktis dan terjangkau. Teknologi ini di nilai mampu menjadi solusi bagi pembudidaya yang belum memiliki fasilitas penyimpanan seperti freezer, sehingga hasil panen tetap dapat di olah dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selain itu, Komisi IV juga mengapresiasi penerapan inovasi pakan berbasis sistem bioflok. Teknologi ini di ketahui mampu mempercepat masa panen ikan sekaligus menekan biaya produksi, sehingga meningkatkan efisiensi usaha budidaya.
Tak hanya dari sisi produksi, berbagai produk olahan ikan yang di hasilkan juga di nilai memiliki peluang besar untuk memperluas pasar. Bahkan, produk-produk tersebut berpotensi masuk ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini tengah di galakkan pemerintah, sehingga dapat menjadi pasar baru bagi pelaku usaha perikanan.
Namun demikian, di balik berbagai potensi tersebut, Komisi IV DPR RI juga menyoroti adanya tantangan serius dalam pengembangan sektor perikanan nasional. Salah satu isu utama adalah keterbatasan jumlah tenaga penyuluh perikanan.
Saat ini, jumlah penyuluh perikanan di Indonesia tercatat kurang dari 4.000 orang. Padahal, untuk menjangkau seluruh wilayah dan mendampingi pembudidaya secara optimal, di butuhkan sekitar 12.000 penyuluh.
“Peran penyuluh sangat krusial dalam mentransfer teknologi dan inovasi kepada masyarakat. Tanpa pendampingan yang memadai, berbagai inovasi ini tidak akan berjalan maksimal,” ujar ketua Komisi IV DPR RI dalam kunjungan tersebut.
Komisi IV DPR RI pun mendorong pemerintah untuk memperbanyak inovasi serupa dan memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan, termasuk melalui penambahan jumlah penyuluh. Langkah ini di nilai penting untuk memastikan teknologi yang ada dapat di adopsi secara luas oleh masyarakat.
Dengan sinergi antara inovasi teknologi dan penguatan sumber daya manusia, sektor perikanan Indonesia di harapkan mampu berkembang lebih pesat serta memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan nelayan serta pembudidaya di seluruh Indonesia.**







