Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:55 WIB

Ini Negara Terlama Puasa Bisa Capai 22 Jam perhari

JAKARTA, http://Eksosjambi.com –  Umat Muslim di sejumlah negara Eropa bagian utara seperti Finlandia, Norwegia, dan Swedia kerap menjalani waktu puasa yang jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara di kawasan tropis. Dalam kondisi tertentu, durasi puasa di wilayah tersebut bahkan bisa mencapai 18 hingga 22 jam dalam sehari.

Fenomena ini bukan disebabkan oleh perbedaan aturan agama, melainkan faktor geografis dan kondisi alam yang ekstrem di kawasan tersebut.

Pengaruh Letak Geografis

Negara-negara Nordik berada sangat dekat dengan Lingkar Arktik atau Kutub Utara. Semakin ke utara suatu wilayah, perbedaan panjang siang dan malam akan semakin ekstrem, terutama saat memasuki musim panas.

Ketika bulan Ramadhan jatuh pada musim panas, Matahari dapat terbit sangat pagi dan terbenam sangat lambat. Bahkan di beberapa wilayah tertentu, Matahari tidak sepenuhnya terbenam dalam satu hari penuh. Fenomena ini dikenal sebagai “midnight sun” atau matahari tengah malam.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Salurkan Bantuan Modal Bagi 1.461 UMKM di Tahun 2022

Akibatnya, rentang waktu antara sahur (sebelum terbit fajar) hingga berbuka puasa (saat Matahari terbenam) menjadi sangat panjang.

Bisa Capai 18–22 Jam

Di sejumlah kota bagian utara Finlandia, Norwegia, dan Swedia, waktu siang hari saat musim panas bisa berlangsung hampir sepanjang hari. Kondisi ini membuat umat Muslim di sana menjalani puasa dengan durasi yang jauh lebih lama dibandingkan negara seperti Indonesia, yang rata-rata hanya sekitar 13 jam per hari.

Dalam praktiknya, lama puasa di negara-negara tersebut bisa berkisar antara 18 hingga 22 jam, tergantung pada lokasi kota dan waktu jatuhnya Ramadhan dalam kalender Masehi.

Bukan Perbedaan Aturan Agama

Para ulama sepakat bahwa perbedaan lama waktu puasa ini murni disebabkan oleh kondisi alam dan letak geografis masing-masing wilayah, bukan karena adanya perbedaan ajaran atau aturan agama Islam.

Baca Juga :  Virus Nipah Penyakit Zoonosis Mematikan dengan Tingkat Kematian Tinggi

Penentuan waktu puasa tetap mengikuti prinsip dasar, yakni dari terbit fajar hingga terbenam Matahari di wilayah setempat. Namun, dalam kondisi ekstrem seperti wilayah yang mengalami siang atau malam sangat panjang, sebagian ulama membolehkan penggunaan waktu negara terdekat yang lebih normal atau mengikuti waktu Makkah sebagai rujukan, demi kemaslahatan umat.

Tantangan dan Ketahanan

Meski menghadapi durasi puasa yang panjang, umat Muslim di negara-negara Nordik tetap menjalankan ibadah dengan penuh semangat. Komunitas Muslim setempat biasanya saling mendukung melalui kegiatan buka puasa bersama dan penguatan spiritual selama Ramadhan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa lama atau singkatnya waktu puasa sangat dipengaruhi oleh dinamika pergerakan bumi terhadap Matahari, sekaligus menjadi pengingat tentang keberagaman kondisi alam di berbagai belahan dunia.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Ibu Kartini Kota Sungai Penuh Kembali Nyatakan Dukungan Ke Ahmadi Zubir Untuk 2 Periode
Walikota Sungai Penuh Alfin. SH

Daerah

Sambut Ramadhan, Walikota Sungai Penuh Pimpin Gotong Royong Akbar

Daerah

Tiga Siswa Sumatera Barat Tembus ITB Lewat Jalur SNBP 2025, Warga Kampung Galang Dana untuk Perjuangan Anak Kuli Kayu Manis
PT Kerinci Merangin Hidro

Advertorial

PLTA KMH  Dukung Turnamen Bulu Tangkis Karang Taruna Desa Seberang Merangin

Advertorial

Gubernur Al Haris: Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Penopang Ekonomi Provinsi Jambi
Longsor Sumbar

Daerah

Longsor Terjadi di Jalur Padang–Bukittinggi via Lembah Anai

Advertorial

Ketua DPRD Tanjab barat Bersama Bupati Terima Opini WTP Dari BPK RI Provinsi Jambi

Daerah

PW IWO Jambi Terima Penghargaan di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 68