Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:27 WIB

Virus Nipah Penyakit Zoonosis Mematikan dengan Tingkat Kematian Tinggi

Wabah Virus Nipah

Wabah Virus Nipah

NASIONAL http://Eksisjambi.com – Masyarakat di minta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Nipah, salah satu penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan memiliki tingkat kematian cukup tinggi.

Virus Nipah merupakan virus dari keluarga Paramyxoviridae yang pertama kali ditemukan pada tahun 1998 di Malaysia. Penyakit ini di ketahui dapat menyebabkan infeksi otak (ensefalitis) serta gangguan pernapasan berat, dan dalam banyak kasus berujung pada kematian.

Berdasarkan berbagai laporan kesehatan global, tingkat kematian akibat Virus Nipah berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada wabah, kondisi pasien, serta kecepatan penanganan medis.

Inang alami Virus Nipah adalah kelelawar buah (kalong) dari genus Pteropus. Virus ini dapat menular ke manusia melalui beberapa jalur, antara lain: Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti babi atau kelelawar

Baca Juga :  Agendakan Jalan Alternatif, Fadli Sudria : Bisa Mensejahterakan Masyarakat

Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar, misalnya nira kurma mentah dan Penularan antar manusia melalui:

  • Air liur
  • Droplet batuk atau bersin
  • Kontak dekat dengan pasien terinfeksi

Gejala Virus Nipah umumnya muncul setelah masa inkubasi 4–14 hari, namun dalam beberapa kasus dapat mencapai 45 hari, Gejala awal meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Sakit tenggorokan
  • Gejala berat yang perlu di waspadai:
  • Gangguan pernapasan
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Koma hingga kematian

Hingga saat ini Belum tersedia obat khusus untuk Virus Nipah dan Belum ada vaksin resmi untuk manusia

Baca Juga :  Kemenag dan Dinkes Sungai Penuh Teken MoU, Perkuat Kesehatan Calon Pengantin

Penanganan pasien hanya bersifat perawatan suportif, seperti:

  • Pemberian infus
  • Oksigen
  • Perawatan intensif di rumah sakit

Untuk meminimalkan risiko penularan, masyarakat dianjurkan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  1. Menghindari konsumsi buah yang sudah digigit kelelawar
  2. Tidak mengonsumsi nira atau air kurma mentah
  3. Mencuci buah hingga bersih sebelum dikonsumsi
  4. Menghindari kontak dengan hewan yang sakit
  5. Menggunakan masker dan sarung tangan saat merawat pasien
  6. Menjaga kebersihan tangan secara rutin
  7.  Negara yang Pernah Mengalami Wabah Virus Nipah

Beberapa negara yang tercatat pernah mengalami wabah Virus Nipah, antara lain:

  • Malaysia
  • Bangladesh
  • India
  • Singapura (kasus impor)

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti imbauan otoritas kesehatan guna mencegah potensi penyebaran penyakit berbahaya ini.

Share :

Baca Juga

Daerah

Wako Alfin Resmikan Jembatan Perintis Garuda Putih di Desa Mekar Jaya
KONI Kota Sungai Penuh

Daerah

Wako, Alfin & Wawako Azhar Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Kota Sungai Penuh
Perambahan hutan di kaki gunung kerinci

Daerah

Hutan di Kaki Gunung Kerinci Terus Terluka 2,3 Hektare Dirambah Sejak 2022

Advertorial

Gubernur dan Wagub Jambi Resmi dikukuhkan Sebagai Pembina dan Pemangku Adat
Manfaat Labu Kundur Buat Kesehatan

Daerah

Khasiat Labu Kundur Bisa Bantu Diet dan Jaga Jantung

Advertorial

Pimpin Apel Rutin, Bupati Tanjab Barat Tekankan Peningkatan Kinerja ASN

Daerah

Presiden Prabowo: 80 Tahun Merdeka, Indonesia Harus Mandiri

Advertorial

MTQ Tingkat Kota Sungai Penuh Ke-XIV Tahun 2023 Resmi di Buka