Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:37 WIB

Muhammadiyah Berpotensi Idul Fitri 20 Maret, Pemerintah Tunggu Hasil Rukyat

Jakarta, Eksisjambi.com – Penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan berpotensi berbeda antara organisasi masyarakat Islam dan pemerintah. Perbedaan tersebut berkaitan dengan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan, yakni metode hisab dan rukyat hilal.

Secara astronomi, penentuan awal Syawal ditandai dengan peristiwa ijtimak atau konjungsi, yaitu saat posisi bulan dan matahari berada pada garis bujur langit yang sama sebagai penanda lahirnya bulan baru.

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada:

  • Kamis, 19 Maret 2026
  • Pukul sekitar 08.24 WIB

Setelah ijtimak terjadi, para ahli falak kemudian menghitung posisi hilal saat matahari terbenam pada hari yang sama untuk menentukan kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama.

Perkiraan parameter astronomi pada saat matahari terbenam di wilayah Indonesia pada 19 Maret 2026 menunjukkan:

  • Tinggi hilal: sekitar +1° hingga +3° di atas ufuk
  • Elongasi bulan–matahari: sekitar 3° hingga 6°
  • Umur bulan: sekitar 9–10 jam

Secara sederhana, kondisi tersebut menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk, namun posisinya masih sangat rendah dan tipis sehingga sulit untuk diamati secara kasat mata.

Baca Juga :  Ketua DPRD H.Fajran Menghadiri Silahturahmi HKKN di Merangin

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026

Organisasi Muhammadiyah menggunakan metode hisab dalam penentuan kalender Hijriah, khususnya melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam metode ini, awal bulan ditetapkan jika memenuhi dua syarat utama, yakni:

  • Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam.
  • Bulan masih berada di atas ufuk saat maghrib.

Karena kedua syarat tersebut diperkirakan terpenuhi pada 19 Maret 2026 di wilayah Indonesia, maka Muhammadiyah memprediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Biasanya keputusan ini diumumkan jauh hari sebelum bulan Ramadan berakhir.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan metode rukyat hilal yang dipadukan dengan perhitungan hisab.

Penetapan awal bulan Hijriah oleh pemerintah mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria visibilitas hilal tersebut mensyaratkan:

  • Tinggi hilal minimal 3°
  • Elongasi minimal 6,4°

Namun berdasarkan hasil hisab sementara untuk 19 Maret 2026:

  • Tinggi hilal diperkirakan sekitar 1°–3°
  • Elongasi sekitar 3°–5°
Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Gelar Upacara Harkitnas Ke 115 Tahun 2023

Parameter ini menunjukkan hilal kemungkinan belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS, sehingga peluang terlihatnya hilal relatif kecil.

Jika dalam proses rukyat pada 19 Maret 2026 hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan demikian, pemerintah berpotensi menetapkan:

1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

Keputusan final tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar pemerintah pada malam 29 Ramadan dengan mempertimbangkan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan hilal di Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, terdapat potensi perbedaan waktu perayaan Idul Fitri di Indonesia:

  • Muhammadiyah: Jumat, 20 Maret 2026
  • Pemerintah (potensi besar): Sabtu, 21 Maret 2026

Meski demikian, kemungkinan Lebaran serentak tetap terbuka jika hilal berhasil teramati saat rukyat pada 19 Maret 2026.

Umat Islam di Indonesia pun diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui Sidang Isbat. Apapun hasilnya, diharapkan momentum Idul Fitri tetap menjadi ajang mempererat persaudaraan dan meningkatkan kebersamaan di tengah masyarakat.**

Share :

Baca Juga

Pemkot Sungai Penuh Serahkan Bonus MTQ

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Berikan Bonus Pemenang MTQ Ke-54 Tingkat Provinsi

Daerah

CV.SEMBILAN KARYA Kota Sungai Penuh Mengucapkan Selamat & Sukses

Daerah

Pemkot Terus Mantapkan Persiapan Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Jambi
Istimewa

Daerah

Kasus Ijazah Amrizal Mengemuka, Integritas Verifikasi KPU – Bawaslu Kerinci Jadi Sorotan

Daerah

Rahmad Dzaki Serahkan Langsung Hadiah Pemenang Lomba Dance 3M TikTok Milenial Maron
TPP ASN Pemprov Jambi periode Januari–Maret 2026 belum cair

Daerah

TPP ASN Pemprov Jambi Belum Cair, Pegawai Mengeluh dan Alami Kesulitan Keuangan
Sinergi dalam sinergi dalam menjaga kelestarian hutan dan keamanan kawasan konservasi. kelestarian hutan dan keamanan kawasan konservasi.

Daerah

Sinergitas TNI dan TNKS Diperkuat Jaga Kelestarian Hutan

Advertorial

DINAS PUPR KOTA SUNGAI PENUH MENGUCAPKAN SELAMAT HUT RI KE- 78