Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Religi

Senin, 16 Maret 2026 - 18:51 WIB

Puisi “Mencari Tuhan”, Refleksi Perjalanan Spiritual dalam Kesunyian Hati

puisi mencari Tuhan

puisi mencari Tuhan

Religi, http://Eksisjambi.com  – Sebuah karya puisi berjudul “Mencari Tuhan” menghadirkan refleksi mendalam tentang perjalanan batin manusia dalam menemukan makna ketuhanan. Puisi ini menggambarkan pencarian spiritual yang tidak selalu dilakukan melalui perjalanan fisik, tetapi melalui perenungan, kesabaran, dan keheningan hati.

Dalam bait-baitnya, puisi tersebut mengajak pembaca menyelami perasaan manusia yang sering kali merasa jauh dari Tuhan, padahal keberadaan-Nya diyakini selalu dekat. Gambaran lorong sunyi, angin yang berhembus, hingga langit yang luas menjadi simbol perjalanan jiwa dalam mencari jawaban atas pertanyaan paling mendasar tentang keberadaan Tuhan.

Puisi ini dibuka dengan gambaran seorang manusia yang berjalan tanpa arah yang pasti, menggambarkan pencarian spiritual yang penuh keraguan namun tetap disertai harapan.

Baca Juga :  Pj.Sekda Kerinci Ikuti Prosesi Pelantikan Pj Gubernur Jambi Secara Virtual

“Di lorong sunyi hati manusia,

aku berjalan tanpa peta.

Mencari cahaya yang tak terlihat,

namun terasa dekat dalam doa.”

Melalui dialog imajiner dengan angin, penyair menggambarkan bahwa Tuhan tidak selalu dapat ditemukan melalui pencarian di luar diri, tetapi lebih dekat dari apa yang sering disadari manusia.

“Kutanya angin yang berhembus pelan,

‘Di mana Tuhan bersemayam’

Angin menjawab dalam keheningan,

‘Dia ada, lebih dekat dari perasaan.’”

Puisi ini juga menegaskan bahwa manusia sering mencari Tuhan di tempat yang jauh dan agung, seperti langit dan bintang, padahal kehadiran-Nya dapat dirasakan dalam hati yang sabar dan penuh keikhlasan.

Pada bagian akhir, pesan yang disampaikan menjadi semakin kuat: pencarian spiritual tidak selalu harus dilakukan dengan perjalanan yang jauh. Justru, Tuhan diyakini hadir dalam hati manusia yang bersih dan penuh ketulusan.

Baca Juga :  Rajab, Bulan Pulang: Ketika Hati Dilunakkan dan Pintu Ampunan Dibuka

Karya puisi seperti ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi sastra, tetapi juga sarana perenungan yang mengingatkan manusia untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan melalui kesabaran, rasa syukur, dan kesadaran batin.

Pesan utama puisi “Mencari Tuhan” adalah bahwa manusia sering kali mencari Tuhan ke tempat yang jauh, padahal keberadaan-Nya sangat dekat, bahkan lebih dekat dari perasaan yang ada dalam diri.

Melalui bahasa yang sederhana namun sarat makna, puisi ini mengajak pembaca untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan dan merenungkan kembali hubungan manusia dengan Sang Pencipta.**

 

Share :

Baca Juga

KWP Awards 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta

Internasional

Legislatif dan Pers Pilar Demokrasi, Puan Maharani Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Daerah

Mentan Lakukan Kunker di kerinci

Advertorial

9 Kades Kecamatan Kumun Debai dikukuhkan masa perpanjangan jabatannya oleh Wali Kota Sungai Penuh

Artikel

Gigi Sir Isaac Newton Paling Bernilai, Terjual Hingga Miliaran Rupiah!
Kenaikan Harga Telur Ayam

Daerah

Harga Telur Ayam Naik di Pasar Tanjung Bajure Sejak Desember 2025
Gempa Sumbar

Nasional

Gempabumi M4,7 Guncang Wilayah Solok, BMKG: Dipicu Aktivitas Patahan Sumani

Kota Sungai Penuh

Sidang Isbath Nikah Massal Sekecamatan Pondok Tinggi Berjalan Sukses dan Lancar.

Bangko

Ketua Bawaslu Merangin Himun Zuhri Pastikan Anggota DPRD yang Dilantik Sesuai Keputusan KPU Merangin