Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 7 April 2026 - 08:51 WIB

Pelemahan Rupiah dan Penurunan Cadangan Devisa Dipicu Tekanan Global, Bukan Fundamental Domestik

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA,http://Eks8sjambi.com  –  Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, di sertai penurunan cadangan devisa Indonesia, di nilai lebih di pengaruhi oleh tekanan global di bandingkan persoalan fundamental ekonomi domestik.

Kondisi ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil, terutama akibat kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat serta lonjakan harga komoditas energi dunia.

Berdasarkan data terbaru, cadangan devisa Indonesia tercatat mengalami penurunan dari sebesar US$ 156,5 miliar pada Desember 2025 menjadi US$ 151,9 miliar pada Februari 2026. Artinya, dalam kurun waktu dua bulan, terjadi penyusutan sekitar US$ 4,6 miliar.

Sejalan dengan penurunan tersebut, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan yang cukup signifikan. Bahkan pada awal April 2026, rupiah sempat menyentuh level Rp 17.002 per dolar Amerika Serikat (AS), mencerminkan kuatnya tekanan di pasar keuangan domestik.

Baca Juga :  Bupati Romi Buka Sosialisasi Perencanaan Pengadaan

Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Banjaran Surya Indrastomo, menilai bahwa kondisi ini lebih banyak di pengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satu faktor utama adalah tingginya suku bunga di AS yang mendorong terjadinya arus modal keluar (capital outflow) dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut memberikan tekanan tambahan terhadap neraca pembayaran, terutama melalui peningkatan kebutuhan impor energi.

“Sehingga bukan semata refleksi pelemahan fundamental domestik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Banjaran menjelaskan bahwa terdapat pula faktor musiman yang turut memengaruhi permintaan valuta asing. Kebutuhan pembayaran dividen perusahaan dan kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo dalam periode tertentu meningkatkan permintaan dolar AS di dalam negeri.

Baca Juga :  M. Sanin Pj Kades Muara Jernih Tutup Usia

Meski demikian, kondisi fundamental ekonomi Indonesia di nilai masih cukup solid. Hal ini tercermin dari stabilitas inflasi yang relatif terjaga, pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, serta kinerja sektor eksternal yang masih dalam batas aman.

Pemerintah dan otoritas moneter di harapkan terus menjaga stabilitas pasar keuangan melalui kebijakan yang adaptif, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Dengan berbagai langkah tersebut, tekanan terhadap rupiah di harapkan dapat di redam, sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Turnamen E-Sport Kapolda Cup 2026 Resmi Ditutup, Polres Batanghari Raih Juara 

Daerah

Wako Alfin Sambut Hangat Atlet Berprestasi, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Beasiswa dan Penghargaan
Jambore BPD

Advertorial

Wawako Azhar Hadiri Bimtek dan Jambore BPD se-Provinsi Jambi di Kerinci
Tahun Baru 2026

Daerah

Perayaan Tahun Baru 2026 Di Sungai Penuh Dikategori Belum Padat

Advertorial

Wakil Ketua DPRD H.Moh.Safril Simamora Melaksanakan Reses Ke II Tahun 2022-2023 Di Desa Kemuning

Daerah

Jangan Terlalu Lama Duduk , Ternyata Betis Adalah Obat Jantung
Pelaporan LHKPN

Daerah

Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 94,89 Persen, KPK Temukan Puluhan Indikasi Korupsi

Daerah

Bupati Monadi Pimpin Upacara Harganas ke-33