Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:26 WIB

BMKG Jelaskan Fenomena “Awan Pelangi” di Langit Jonggol Bogor

Oplus_131072

Oplus_131072

Bogor,  http://Eksisjambi.com –  Fenomena langit unik berupa awan menyerupai pelangi sempat menghebohkan warga di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (1/5). Peristiwa tersebut menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar yang menyaksikannya secara langsung.

Fenomena itu pertama kali di sadari oleh seorang warga yang melintas di Jalan Jeprah, Jonggol. Ia mengaku terkejut melihat warna-warni menyerupai pelangi muncul di langit meski saat itu belum turun hujan.

“Belum hujan, tapi di sebelah kanan kayak ada pelangi,” ujar warga tersebut.

Sejumlah pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraan. Bahkan, beberapa di antaranya memilih menepi untuk mengabadikan momen langka tersebut menggunakan kamera ponsel. Kondisi ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Jonggol tersendat.

Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena alam yang umum terjadi dan berkaitan dengan optik atmosfer.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Tenggara Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

“Fenomena yang terlihat pada video tersebut merupakan peristiwa yang umum terjadi dalam atmosfer dan berkaitan dengan optik atmosfer,” jelas Ida.

Ia menerangkan bahwa warna pelangi terbentuk akibat interaksi cahaya Matahari dengan butir-butir air di atmosfer. Butiran air tersebut biasanya berasal dari sisa hujan atau hujan yang terjadi di wilayah lain.

“Warna pelangi muncul karena cahaya Matahari berinteraksi dengan butir-butir air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang sedang terjadi di sisi lain wilayah seperti Sentul,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ida mengungkapkan bahwa dalam fenomena tersebut juga terlihat adanya awan jenis towering cumulus yang menutupi sebagian pelangi. Hal inilah yang menyebabkan bentuk pelangi tampak tidak utuh dan menyerupai “awan pelangi”.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Hadiri HUT ke-61 Golkar

“Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi, sehingga bentuknya terlihat tidak utuh,” katanya.

Meski tampak mencolok dan tidak biasa, BMKG menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah pertanda bahaya. Namun, keberadaannya menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lokal.

“Fenomena ini bukan tanda langsung akan terjadi badai, tetapi menunjukkan adanya potensi hujan lokal di wilayah sekitar,” pungkas Ida.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa berbagai kejadian alam yang tampak unik sering kali memiliki penjelasan ilmiah, sekaligus memperlihatkan dinamika atmosfer yang terus berlangsung di sekitar kita.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Sekda Asraf, Pemkab Kerinci Akan Siapkan Rumah Isolasi Terpadu Covid-19.
Gubernur Jambi, Al Haris, Pemerintah Provinsi Jambi, Perjanjian Kinerja 2026, DPA 2026, Kinerja OPD, Reformasi Birokrasi, PANRB, RPJMD Jambi, Visi Misi Jambi, Evaluasi Kinerja, Efisiensi Anggaran, PAD Jambi, Integritas ASN, Pencegahan Korupsi, MCP KPK, Ombudsman RI, SDM Pemerintah, Kantor Gubernur Jambi, Diskominfo Jambi

Daerah

Gubernur Al Haris Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026

Daerah

Asisten I Hadiri Soft Opening ORIS Experience Cafe 2 Tungkal

Internasional

Gempa Bumi Dahsyat Magnitudo 7,7 Mengguncang Myanmar

Daerah

GemaKato Sukses Agendakan Silaturahmi Bersama Ratusan Mahasiswa Tebo

News

Terkendala Persetujuan Tempat Kegiatan, Blusukan dan Kampanye AZ-FER di Kumun Debai Gagal

Daerah

Dengan Mentaati Prokes Covid-19,Wako Ajb Sukses Resmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kota Sungai Penuh.

Advertorial

PJU Jalan Nasional Padam, Dishub Kerinci Surati Balai PTD Jambi