Home / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:14 WIB

Jepang Bangun Tembok Baja 395 Km dan Tanam 9 Juta Pohon Pascatsunami 2011

Oplus_131072

Oplus_131072

TOKYO, http://Eksisjambi.com – Tragedi tsunami dahsyat yang melanda Jepang pada 2011 menjadi titik balik bagi negara tersebut dalam memperkuat sistem perlindungan pesisir. Pemerintah Jepang kemudian meluncurkan salah satu proyek mitigasi bencana paling ambisius di dunia dengan membangun tembok baja dan beton sepanjang 395 kilometer di sepanjang wilayah pesisir rawan tsunami.

Proyek raksasa ini dibangun sebagai respons atas bencana gempa bumi dan tsunami Tohoku pada 11 Maret 2011 yang menewaskan ribuan orang serta menghancurkan berbagai wilayah pesisir di Jepang timur laut. Gelombang tsunami setinggi belasan meter saat itu meluluhlantakkan permukiman, pelabuhan, hingga infrastruktur vital.

Sebagai langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak kembali menimbulkan kerusakan besar, Jepang membangun tanggul laut raksasa yang dirancang mampu menahan gelombang tinggi. Struktur tersebut menggunakan kombinasi baja dan beton bertulang dengan tinggi bervariasi menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL di Lebanon, Dua Personel TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB

Namun, Jepang tidak hanya mengandalkan teknologi modern berupa dinding pelindung raksasa. Pemerintah juga mengintegrasikan pendekatan ramah lingkungan melalui restorasi ekosistem pesisir dengan menanam sekitar 9 juta pohon di sepanjang garis pantai.

Hutan buatan itu dirancang untuk membantu mengurangi abrasi pantai, meredam terpaan angin kencang, sekaligus memperlambat kekuatan ombak sebelum mencapai daratan. Langkah tersebut menjadi bagian dari konsep perlindungan berlapis yang memadukan infrastruktur modern dan kekuatan alam.

Selain berfungsi sebagai benteng pertahanan, kawasan pesisir yang direhabilitasi juga dikembangkan menjadi ruang hijau baru yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan kualitas ekosistem pantai.

Baca Juga :  Wako Alfin Terima Lencana Pramuka Perintis Utama

Pemerintah Jepang menyebut proyek ini sebagai simbol kebangkitan nasional setelah bencana besar 2011. Infrastruktur tersebut juga menjadi bukti keseriusan Jepang dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di masa mendatang.

Meski sempat menuai perdebatan terkait dampak visual dan biaya pembangunan yang sangat besar, proyek perlindungan pesisir itu kini dianggap sebagai salah satu sistem mitigasi bencana paling maju di dunia.

Dengan memadukan teknologi, perencanaan tata ruang, dan pelestarian lingkungan, Jepang berupaya menciptakan pertahanan jangka panjang demi melindungi masyarakat pesisir dari ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi.**

Share :

Baca Juga

The Fed

Internasional

The Fed Pangkas Suku Bunga, Pasar Bersiap Hadapi Gejolak
skin epic ml

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 13 Januari 2026, Klaim Hadiahnya

Advertorial

Gubernur Jambi Al Haris Hadiri Tanwil II Pemuda Muhammadiyah

Daerah

Gunung Aktif Terkecil di Indonesia? Bledug Kramesan di Grobogan 

Daerah

Wawako Antos hadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah 2023

Daerah

Jadwal Resmi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Daerah

Mencuat Pasangan Duet FS-AS Akan Warnai Pilkada Kerinci 2024

Daerah

Wako Alfin : Pembangunan IPA 50 Liter/Detik di Hamparan Rawang Segera Dimula