Home / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:00 WIB

Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL di Lebanon, Dua Personel TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB

Dua personel TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL

Dua personel TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL

Lebanon Selatan, http://Eksisjambi.com –  Kabar duka kembali menyelimuti misi perdamaian Indonesia. Dua personel TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan gugur setelah konvoi kendaraan yang mereka tumpangi dihantam ledakan di Lebanon selatan, Senin (30/3).

Insiden tragis ini juga menyebabkan sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.

Berdasarkan laporan media internasional The New York Times, sumber ledakan hingga kini belum dapat dipastikan. Peristiwa tersebut terjadi hanya sehari setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam gugurnya seorang pasukan perdamaian asal Indonesia di wilayah yang sama.

Ledakan terjadi saat konvoi pasukan PBB bergerak dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon. Kendaraan terdepan dalam rombongan dilaporkan hancur akibat ledakan, menewaskan dua personel dan melukai beberapa lainnya.

Baca Juga :  72 Persen Program Drone di Indonesia Disebut Berakhir Prototipe

Peristiwa ini dilaporkan terjadi di sekitar wilayah Bani Haiyyan, Lebanon selatan—daerah yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi titik panas konflik bersenjata.

Hingga saat ini, pihak PBB belum dapat memastikan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Belum ada pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak Israel, kelompok Hizbullah, UNIFIL, maupun TNI terkait insiden terbaru ini. Proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Situasi Keamanan Memburuk

Wilayah Lebanon selatan saat ini menjadi arena konflik antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran. Ketegangan meningkat tajam seiring meluasnya operasi militer darat Israel di kawasan tersebut.

Sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian dikerahkan dalam misi UNIFIL, yang telah beroperasi sejak 1978 untuk menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel pasca konflik berkepanjangan.

Dalam 24 jam terakhir, tercatat tiga personel pasukan perdamaian tewas—menjadikan insiden ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam eskalasi terbaru.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu Silaturahmi dengan Bupati Kerinci

Konflik ini sendiri berakar dari ketegangan yang meningkat sejak 2023, ketika Hizbullah meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas di Gaza. Meski sempat mereda melalui gencatan senjata, situasi kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Israel merespons dengan serangan udara besar-besaran serta operasi darat di Lebanon. Otoritas Lebanon melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari satu juta warga mengungsi akibat konflik tersebut.

Di sisi lain, Hizbullah terus melakukan perlawanan dengan menyerang pasukan Israel di Lebanon selatan serta meluncurkan roket ke wilayah Israel.

Hingga kini, konflik di kawasan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional, termasuk dari Indonesia, terus meningkat.**

 

Share :

Baca Juga

Pengalihan Arus Lalu lintas

Daerah

Pengalihan Arus Lalu Lintas Sementara di Kota Sungai Penuh

Advertorial

Gubernur Alharis Bersama BPKP Provinsi Jambi Bahas Isu Strategis

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Hari Ini, 11 Juli 2026, Klaim Hadiah Menarik

Daerah

RSUD Mayjen H.A. Thalib Gelar RTD, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan dengan Puskesmas
Sudirman resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Jambi

Daerah

Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi Periode 2026–2030

Bangko

Calon Wabup Merangin Rupanya Sang Peladang

Advertorial

Gubernur Jambi Terima Baznas Award 2022

Daerah

PERANSAKA Nasional 2022 resmi dibuka oleh Plt. Seskemenpora