Tanjab Timur,http://Eksisjambi.com – Dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, bukanlah menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, puskesmas atau rumah sakit semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama secara kolektif semua elemen bangsa, baik yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak.
Karena kesehatan memiliki relasi dan dampak besar pada semua sektor, seperti ekonomi, pendidikan, sosial dan sebagainya, karena semua hal tidak akan berjalan jika pelaku atau manusianya tidak sehat. Kamis (11/6/2026).
Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas adalah salah satu ruang membangun komitmen, menyatukan misi di tingkatan pemangku kepentingan, camat sebagai pemerintah kecamatan, kepala desa sebagai representasi masyarakat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan puskesmas sebagai instasi kesehatan untuk sama-sama bersinergi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Camat Mendahara, M, Junaidi dalam kata sambutannya mengatakan bahwa untuk mengatasi terjadinya gizi buruk yang terjadi di kalangan masyarakat, yang perlu kita perhatikan perbaikan asupan gizi oleh pihak Puskesmas.
Di samping itu pula di lingkungan rumah tersebut apakah sudah terpenuhi standar seperti tersedianya sarana jamban atau WC, hingga kondisi rumah yang tidak layak huni, tentunya ini merupakan peran kita bersama dalam menekan angka stunting sesuai yang di harapkan Bupati Tanjabtim Dillah Hich.
“Selain itu stunting dapat melibatkan dari peranan BPKB untuk memberikan data yang akurat, dalam memberikan penyuluhan kemasyarakatan agar pelayanan stunting benar – benar tepat sasaran,” tegas Camat.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Timur Nasrul Diman melaksanakan pendampingan lokakarya mini di puskesmas Kecamatan Mendahara yang di selenggarakan dibeberapa puskesmas antara lain Puskesmas Kuala Jambi melibatkan unsur-unsur antara lain kepala bidang pelayanan kesehatan, Kasie Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional, pengelola program, unsur dinas kesehatan Kabupaten Tanjabtim, kepala puskesmas dan jajarannya.
Menurut Kadis Kesehatan, Nasrul Di man, SKM, M.Kes bahwa berdasarkan Permenkes nomor 44 tahun 2016 tentang pedoman Manajemen Puskesmas, maka Dinas Kesehatan dapat memberikan bimbingan dan pendampingan pada pelaksanaan Mini Lokakarya yang di selenggarakan oleh puskesmas.
“Pelaksanaan minilokakarya puskesmas ini sebagai implementasi terhadap amanat permenkes tentang manajemen puskesmas serta sebagai bentuk dukungan kepada puskesmas dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara layanan kesehatan di wilayahnya”, ungkap Nasrul.
Di tambahkannya, lokakarya mini sektoral merupakan suatu pertemuan antar petugas puskesmas dengan sektor terkait untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas serta membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi puskesmas itu sendiri.
“Dengan lokakarya lintas sektor ini diharapkan untuk menekan angka penurunan Stunting sesuai apa yang di harapkan Bupati Tanjabtim, Dillah Hich Karana angka Stunting di Tanjabtim masih di kata gorikan sangat tinggi.
Oleh sebab itu dukungan dan masukan dari lintas sektoral dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yg lebih baik kepada masyarakat”, pungkasnya. (Mul).







