Jakarta, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau banjir rob yang di picu oleh fenomena Bulan Purnama pada 30 Juni 2026.
Fenomena astronomi tersebut berpotensi menyebabkan kenaikan muka air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, kondisi pasang maksimum akibat Bulan Purnama dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir rob di berbagai daerah pesisir, sehingga masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pantai di minta untuk memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut laut.
Wilayah yang di perkirakan berpotensi terdampak meliputi sejumlah kawasan pesisir di Indonesia, antara lain pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, hingga Maluku.
BMKG menjelaskan bahwa banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Dampak yang dapat terjadi antara lain terganggunya kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas transportasi laut, pemukiman warga di kawasan pantai, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, di imbau untuk selalu waspada, mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, serta mengikuti informasi terbaru dari BMKG maupun pemerintah daerah setempat.
Nelayan, pelaku usaha pelabuhan, dan warga pesisir juga di harapkan memperhatikan kondisi pasang surut laut sebelum melakukan aktivitas.
BMKG menegaskan bahwa informasi peringatan dini ini merupakan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak yang mungkin di timbulkan akibat kenaikan muka air laut selama periode pasang maksimum.
Masyarakat di harapkan tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.**







