Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 29 Juni 2026 - 21:15 WIB

BMKG: Bulan Purnama 30 Juni 2026 Berpotensi Picu Banjir 

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau banjir rob yang di picu oleh fenomena Bulan Purnama pada 30 Juni 2026.

Fenomena astronomi tersebut berpotensi menyebabkan kenaikan muka air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Berdasarkan informasi resmi BMKG, kondisi pasang maksimum akibat Bulan Purnama dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir rob di berbagai daerah pesisir, sehingga masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pantai di minta untuk memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut laut.

Wilayah yang di perkirakan berpotensi terdampak meliputi sejumlah kawasan pesisir di Indonesia, antara lain pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, hingga Maluku.

Baca Juga :  Menjaga Bumi di Era AI: Pesan Ekoteologi Menag Nasaruddin Umar dari Al Azhar

BMKG menjelaskan bahwa banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Dampak yang dapat terjadi antara lain terganggunya kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas transportasi laut, pemukiman warga di kawasan pantai, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, di imbau untuk selalu waspada, mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, serta mengikuti informasi terbaru dari BMKG maupun pemerintah daerah setempat.

Baca Juga :  Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali pada 8 September 2026

Nelayan, pelaku usaha pelabuhan, dan warga pesisir juga di harapkan memperhatikan kondisi pasang surut laut sebelum melakukan aktivitas.

BMKG menegaskan bahwa informasi peringatan dini ini merupakan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak yang mungkin di timbulkan akibat kenaikan muka air laut selama periode pasang maksimum.

Masyarakat di harapkan tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Warga Bandung dan Purwakarta Heboh Suara Dentuman Berulang

Bangko

Personel Polres Merangin Galang Dana dan Sholat Ghoib Serta Doa Bersama Buat Korban Bencana

Daerah

Pemkot Gelar Safari Ramadhan Perdana di Masjid Taqwa Koto Renah
Investasi Jepang

Internasional

Prabowo Temui 13 Raksasa Industri Jepang di Tokyo

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Tinjau Pos PAM Lebaran di Desa Pematang Lumut Pastikan Kesiapan Arus Balik

Daerah

TNI Bersama Tim Gabungan Gencarkan Ground Check dan Penanganan Karhutla di Sarolangun
Kebakaran di Kerinci

Daerah

Kebakaran Hanguskan Rumah Lansia di Padang Jantung Kerinci
Polri

Daerah

Polri Ungkap Praktik Pengoplosan Gas LPG 3 Kg Terbesar di Bali