Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Prabowo Diminta Presiden Korea Selatan Buka Jalur Dialog dengan Korea Utara

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, http://Eksisjambi.com  – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara langsung meminta bantuan Indonesia untuk membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara. Permintaan tersebut disampaikan saat kunjungan kenegaraan Prabowo ke Seoul pada April 2026 dan diungkapkan kembali dalam pertemuan bersama pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada akhir Juli 2026.

Menurut Prabowo, permintaan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia yang selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif serta menjaga hubungan baik dengan berbagai negara tanpa memihak blok tertentu.

“Presiden Republik Korea meminta kepada saya apakah saya bersedia berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog. Saya sampaikan, apabila diminta, saya siap berangkat,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia selalu mengedepankan prinsip netralitas dalam hubungan internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, Australia, hingga negara-negara di kawasan Asia.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Sampaikan Nota Pengantar Ranperda APBDP 2024

Ia menjelaskan, sikap tersebut membuat Indonesia dipercaya sebagai mitra yang tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Prinsip inilah yang dinilai menjadi modal penting apabila Indonesia diminta berperan sebagai jembatan komunikasi dalam berbagai konflik internasional.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang teguh pada prinsip menghormati kedaulatan setiap negara serta mengedepankan penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung diketahui tengah berupaya membuka kembali komunikasi dengan Korea Utara sejak menjabat. Namun, berbagai upaya dialog sejauh ini belum memperoleh respons positif dari Pyongyang yang masih mempertahankan sikap keras terhadap Seoul.

Selain membahas peluang dialog di Semenanjung Korea, pertemuan Prabowo dan Lee Jae-myung di Seoul juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, seperti pertahanan, keamanan energi, perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi. Kedua negara sepakat meningkatkan hubungan Indonesia-Korea Selatan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) guna memperluas kolaborasi di kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga :  Abraham Samad Desak Prabowo Pulihkan Independensi KPK Lewat Pengembalian UU Lama

Pengamat hubungan internasional menilai, apabila diplomasi tersebut benar-benar terlaksana, Indonesia berpotensi memainkan peran penting sebagai negara penengah yang dipercaya kedua belah pihak. Hal itu sejalan dengan rekam jejak Indonesia yang aktif mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai di berbagai forum internasional.

Dengan posisi tersebut, Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai mitra diplomatik yang dipercaya dalam menjaga stabilitas kawasan dan hubungan antarnegara.*

Share :

Baca Juga

Wisata Alami Provinsi Jambi

Artikel

Ternyata Jambi Punya Dua Danau Biru Menakjubkan, Mirip Namun Tak Sama
Shio Beruntung Hari Ini

Daerah

Weton Sabtu Wage 15 Agustus 2026: 4 Shio Paling Beruntung Hari Ini

Daerah

Pemerintah Kota Sungai Penuh Peringati Hari Lanjut Usia Nasional ke-29 Tahun 2025

Advertorial

Sekda Jambi Apresiasi Bazar Murah Ramadhan 1443.H

Bangko

Program MBG Merangin Mendadak Jadi Percontohan

Daerah

Bupati H.Adirozal Sukses Resmikan Panti Asuhan Baitul Husna

Advertorial

Klarifikasi Tentang Pemberitaan Pemprov Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK

Bangko

Bupati Merangin Dorong Puskesmas Jadi RS Type D