Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 28 September 2026 - 10:35 WIB

Harga Kopi Dunia 28 September 2026: Arabika dan Robusta Masih Tertekan

Oplus_131072

Oplus_131072

Eksisjambi.com –  Pergerakan harga kopi dunia masih berada dalam tekanan setelah mengalami aksi jual selama tiga pekan berturut-turut. Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada perkembangan cuaca di Brasil, negara produsen kopi terbesar di dunia, yang dinilai akan menjadi faktor utama penentu arah harga dalam jangka pendek.

Kontrak kopi arabika pengiriman Desember diperdagangkan di kisaran 276 sen per pon, setelah sempat menyentuh area 275 sen per pon pada pekan yang berakhir 22 September 2026. Sementara itu, kopi robusta di Bursa London berada di sekitar US$3.307 per ton.

Tekanan terhadap harga terutama dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasokan global seiring membaiknya prospek produksi di Brasil. Arus ekspor kopi Brasil yang tetap kuat juga menambah keyakinan pasar bahwa pasokan dunia akan lebih longgar dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Baca Juga :  Unjuk Rasa di Depan DPR Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Meski demikian, penurunan harga belum berlangsung terlalu dalam. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya stok kopi arabika bersertifikat (certified stocks), sehingga pasar tetap sensitif terhadap potensi gangguan cuaca yang dapat memengaruhi produksi.

Prospek Panen Brasil Semakin Membaik

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan panen Brasil musim 2026/2027 yang kini hampir selesai. Di saat bersamaan, proses pembungaan awal (flowering) untuk musim tanam 2027/2028 telah dimulai di sejumlah wilayah sentra produksi.

Curah hujan yang membaik dalam beberapa pekan terakhir membantu meningkatkan kelembapan tanah dan memperkuat optimisme terhadap potensi panen tahun depan. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar menilai risiko kekurangan pasokan mulai berkurang.

Pada Agustus 2026, harga kopi arabika sempat mencatat kenaikan sekitar 7,6 persen, sedangkan robusta justru turun sekitar 7,8 persen, mencerminkan meredanya premi risiko pasokan, khususnya pada pasar robusta.

Baca Juga :  Kehidupan Manusia Paleolithikum, Awal Peradaban di Zaman Batu Tua

Cuaca Brasil Jadi Penentu Pergerakan Harga

Analis menilai perhatian utama pasar saat ini tertuju pada fase pembungaan dan pembentukan buah kopi di Brasil. Tahapan tersebut akan sangat menentukan apakah negara itu mampu menghasilkan panen besar pada musim 2027/2028.

Apabila curah hujan tetap normal dan merata, ekspektasi produksi yang melimpah diperkirakan akan terus menekan harga kopi dunia. Sebaliknya, jika terjadi cuaca kering atau distribusi hujan tidak merata, pasar berpotensi kembali menaikkan premi risiko sehingga harga, terutama arabika, dapat menguat dalam waktu singkat.

Dengan posisi Brasil sebagai produsen dan eksportir kopi terbesar di dunia, setiap perubahan kondisi cuaca di negara tersebut hampir selalu memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga kopi internasional.*

Share :

Baca Juga

THR PPPK 2026

Daerah

Nasib Apes PPPK Baru: Terganjal Aturan PP Nomor 9 Tahun 2026

Nasional

Menteri AHY Evaluasi Progres Yang Dicapai Kementerian

Advertorial

9 Kades Kecamatan Kumun Debai dikukuhkan masa perpanjangan jabatannya oleh Wali Kota Sungai Penuh

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Melakukan Kegiatan Rutin Safari Subuh Di Mesjid Sa’adatul Abadiyah

Daerah

OPD Pemprov Sumut dan BUMD Siap Sukseskan HPN 2023
Polda dan Polresta jambi

Hukum

Polda Jambi Ungkap Kasus Pencurian Saat Aksi Unjuk Rasa DPR, Tiga Tersangka Ditangkap

Daerah

Motor Tertukar Honda Vario 160 Kembali ke Pemilik Asli

Daerah

Harga CPO Menguat Dua Hari Beruntun