Jakarta, Eksisjambi.com – Harga estimasi kopi robusta domestik pada Jumat, 2 Oktober 2026, tercatat berada di kisaran Rp55.600 per kilogram. Angka tersebut menunjukkan kenaikan tipis dibandingkan estimasi harga sehari sebelumnya yang berada di level sekitar Rp55.500 per kilogram.
Kenaikan ini mengindikasikan pasar kopi robusta domestik masih bergerak relatif stabil, meski fluktuasi harga tetap dipengaruhi oleh perkembangan pasar kopi global, nilai tukar rupiah, kondisi panen, serta permintaan dari industri dan eksportir.
Bagi petani kopi, khususnya di sentra produksi seperti Kabupaten Kerinci dan wilayah lainnya di Provinsi Jambi, pergerakan harga menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan waktu penjualan hasil panen. Meski kenaikannya tidak signifikan, stabilnya harga di atas Rp55 ribu per kilogram memberikan harapan bagi petani untuk tetap memperoleh nilai jual yang kompetitif.
Pelaku usaha mengingatkan bahwa harga kopi di tingkat petani dapat berbeda di setiap daerah. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kualitas biji kopi, kadar air, volume penjualan, lokasi, hingga biaya distribusi.
Karena itu, angka Rp55.600 per kilogram merupakan estimasi harga domestik yang digunakan sebagai acuan pasar. Harga transaksi riil di lapangan dapat bervariasi sesuai kondisi masing-masing wilayah dan kesepakatan antara petani dengan pembeli.
Petani dan pelaku usaha kopi diimbau untuk terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan penjualan yang tepat, terutama menjelang meningkatnya aktivitas perdagangan kopi pada kuartal terakhir tahun ini.
Catatan: Harga yang disajikan merupakan estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.*







