Eksisjambi.Com- Puasa dapat memicu autofagi, yaitu proses pembersihan diri yang dapat meningkatkan kesehatan. Autofagi terjadi ketika tubuh beradaptasi untuk bekerja dalam kondisi minim energi, Ketika Tubuh Lapar, la Mulai Memakan Sel Rusak, Sel Pra Kanker hingga Sel Penuaan.
Dr. Yoshinori Ohsumi adalah seorang ahli biologi dari Jepang yang memenangkan Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 2016 atas penelitiannya tentang autofagi, yaitu proses daur ulang sel dalam tubuh.
Menurut penelitian Dr. Yoshinori Ohsumi tentang Autofagi dan Puasa, Autofagi adalah proses di mana sel membersihkan dan mendaur ulang komponennya sendiri untuk bertahan hidup, terutama saat kekurangan nutrisi. Puasa dapat memicu autofagi karena tubuh mulai memecah dan mendaur ulang protein serta komponen sel yang rusak atau tidak diperlukan.
Beberapa poin penting dari penelitian ini:
1. Puasa Memicu Autofagi → Saat tubuh kekurangan makanan, sel mengaktifkan autofagi untuk mendapatkan energi dan memperbaiki diri.
2. Membantu Mencegah Penyakit → Autofagi yang optimal dapat membantu melindungi dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
3. Menghambat Penuaan → Dengan membersihkan sel dari komponen rusak, autofagi dapat memperlambat proses penuaan.
4. Berkaitan dengan Kanker → Autofagi dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker, tetapi dalam kondisi tertentu, bisa juga dimanfaatkan oleh sel kanker untuk bertahan hidup.
Kesimpulannya, penelitian Dr. Ohsumi memberikan pemahaman bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan dengan mengaktifkan autofagi.
dan ini adalah Tips puasa yakni Konsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka,
Hindari makanan yang mengandung banyak minyak (gorengan) serta makanan manis berlebihan, Batasi konsumsi garam dan perbanyak minum air putih, Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau stretching
Proses autofagi secara alami menjadi kurang efektif seiring bertambahnya usia tubuh. (*)







