Home / Daerah / Kerinci / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 2 Februari 2026 - 10:16 WIB

Air Danau Kerinci Susut Mengkhawatirkan 

Danau Kerinci

Danau Kerinci

KERINCI, Eksisjambi.com – Oleh Egil, Belakangan ini, perhatian masyarakat Kerinci tertuju pada satu pemandangan menyedihkan, surutnya air Danau Kerinci hingga ke titik yang mengkhawatirkan.

Telunjuk warga dengan cepat mengarah pada pembukaan pintu air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai terdakwa tunggal.

Namun, jika kita berani melihat lebih dalam, kita akan menemukan bahwa pintu air hanyalah pemicu kecil dari sebuah bom waktu ekologis yang sudah lama berdetak di dasar danau.

Secara visual, melihat air keluar melalui pintu PLTA memang menyakitkan. Namun, data Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI mengungkapkan ancaman yang jauh lebih nyata.

Laju sedimentasi mencapai 2,23 juta meter kubik per tahun dengan laju pengendapan dasar danau sebesar 5 cm per tahun.

Namun, ada fakta yang jauh lebih mengusik dinalar kita yaitu Angka tersebut adalah potret suram dari data bwss pada tahun 2008. Mari kita tarik garis waktu ke depan.

Jika pada tahun 2008 saat beban lingkungan belum seberat sekarang danau kita sudah “sekarat” dengan kecepatan pendangkalan 5 cm setiap tahun, lantas bagaimana kondisi Danau Kerinci hari ini?

Baca Juga :  Hj. Hesti Haris Raih Penghargaan Nasional sebagai Bunda PAUD Peduli PAUD 2025

Logika krisis ini menemukan momentumnya pada tahun 2019. Bertepatan dengan dimulainya konstruksi besar-besaran proyek PLTA.

Investigasi menunjukkan bahwa aktivitas penambangan pasir dan batuan di wilayah tangkapan air (catchment area) telah merusak bentang alam secara masif.

Tanpa sistem mitigasi dan kolam pengendap (sediment trap) yang memadai, setiap tetes hujan membawa material sisa tambang langsung ke nadi sungai yang bermuara di danau.

Sejak 2019, ketika material bumi dikeruk habis-habisan untuk menyuplai kebutuhan proyek, laju sedimentasi tidak mungkin lagi tertahan di angka 2,23 juta kubik . Sangat mungkin dasar Danau Kerinci kini naik jauh lebih cepat dari 5 cm per tahun.

Artinya, fenomena air surut yang tidak pernah terjadi seperti ini sebelumnya pada hari ini adalah hasil dari akumulasi lumpur yang meledak selama tujuh tahun terakhir (2019-2026).

Jika benar demikian, maka kita sedang menyaksikan sebuah siklus pembangunan yang kontradiktif.Hulu dikeruk demi mengambil batu dan pasir pembangunan.

Baca Juga :  2026 Honda CR-V Resmi Diungkap, SUV Kompak yang Siap “Menghancurkan” Persaingan

Sedimen tambang meluncur ke bawah, memenuhi dasar danau.Danau mendangkal, sehingga ketika PLTA mulai mengoperasikan pintu airnya, dampak kekeringannya menjadi berkali-kali lipat lebih parah bagi masyarakat karena “mangkuk” danau sudah berubah menjadi “piring” yang dangkal.

PLTA, yang seharusnya menjadi proyek energi terbarukan yang ramah lingkungan, justru diduga ikut andil dalam mempercepat pendangkalan sumber energi utamanya sendiri melalui rantai pasok materialnya.

Menyelesaikan masalah Danau Kerinci tidak cukup dengan sekadar berdebat kapan pintu air harus dibuka atau ditutup. Kita harus menuntut akuntabilitas yang lebih besar.

Pihak PLTA tidak boleh hanya bicara soal “uji coba turbin”, tapi juga harus bertanggung jawab memastikan bahwa material pembangunannya tidak merusak ekosistem hulu danau.

Danau Kerinci bukan sedang kekurangan air, ia sedang tertimbun oleh nafsu pembangunan yang abai terhadap kelestarian hulu.

Hari ini kita tidak hanya melihat air yang surut, kita sedang melihat wajah danau yang perlahan terkubur oleh material pembangunannya sendiri.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Misi Dagang dan Investas Jambi dan Jatim Tandatangani MOU

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Kunker Ke Mandiangin Sarolangun

Advertorial

Ketua DPRD M.Hafiz Hearing Bersama Asosiasi Honorer se-Provinsi Jambi

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Pimpin Langkah Strategis untuk Peningkatan SDM Melalui Kesepakatan dengan PPSDM Migas
Sidak Pasar Tanjung Bajure

Daerah

Pemkot Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Hadapi Nataru

Daerah

Kantor Imigrasi Kerinci Ikuti Monitoring Penguatan Zona Integritas WBK Secara Virtual

Daerah

Bupati Tanjung Jabung Barat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional
Gubernur Jambi Alharis

Daerah

Gubernur Jambi Al Haris Hadiri Isra Mi’raj dan Haul Datuk Paduko Berhalo