Eksisjambi.com- Untuk pertama kalinya, Republik Islam Iran secara resmi meluncurkan rudal balistik terbaru mereka, Kheibar Shekan -yang juga dikenal dengan nama Khorramshahr 4 – ke wilayah pendudukan Israel. Peluncuran ini dilakukan sebagai respons langsung atas serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas strategis di Iran.
Kheibar Shekan, rudal balistik jarak menengah generasi ketiga yang dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), merupakan salah satu senjata tercanggih dalam arsenal pertahanan Iran. Rudal ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2022 dan dirancang khusus untuk memiliki kemampuan manuver tinggi serta kemampuan menghindari sistem pertahanan udara modern.
Dengan panjang sekitar 13 meter dan daya jangkau mencapai lebih dari 2.000 kilometer, Kheibar Shekan menggunakan bahan bakar padat yang memungkinkan proses peluncuran lebih cepat dan efisien. Selain itu, hulu ledaknya didesain untuk dapat bermanuver secara agresif pada fase terminal-yakni fase akhir jelajah rudal-guna menghindari intersepsi dari sistem anti-rudal musuh.
Peluncuran ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, menyusul serangan udara AS yang menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran awal pekan ini. Pemerintah Iran menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan hak bela diri yang sah atas kedaulatan nasional mereka.
Sementara itu, pihak Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dampak dari peluncuran rudal ini, meskipun sirene peringatan udara dilaporkan berbunyi di sejumlah wilayah pada dini hari waktu setempat. Komunitas internasional pun mulai menyerukan penurunan tensi dan menghindari potensi konflik yang lebih luas di kawasan.
Kheibar Shekan sendiri mengambil nama dari pertempuran Kheibar dalam sejarah Islam, yang sarat dengan simbolisme perlawanan terhadap penjajahan. Peluncuran rudal ini dipandang sebagai pesan politik dan militer yang kuat, bahwa Iran siap menghadapi segala bentuk tekanan dan serangan dari luar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat serangan tersebut.(*)







