SUNGAI PENUH, Eksisjambi.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bersama DPRD Provinsi Jambi mulai mendorong penyusunan studi kelayakan (feasibility study) untuk meningkatkan akses jalan yang menghubungkan Kota Sungai Penuh hingga perbatasan Sumatera Barat, tepatnya ke arah Tapan.
Kajian tersebut di siapkan sebagai langkah strategis untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi berbagai kendala transportasi di jalur tersebut yang selama ini menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Peningkatan akses jalan di nilai sangat penting karena jalur Sungai Penuh–Tapan berperan besar dalam kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), kebutuhan pokok, hasil pertanian, hingga aktivitas perdagangan antarwilayah. Ketika akses terganggu, dampaknya dapat di rasakan langsung oleh masyarakat melalui terganggunya pasokan logistik dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, solusi yang akan di kaji tidak hanya terbatas pada pembangunan jalan layang (flyover). Pemerintah juga membuka peluang terhadap sejumlah alternatif lain yang di nilai lebih efektif dan sesuai dengan kondisi geografis kawasan.
Beberapa opsi yang akan masuk dalam studi kelayakan antara lain pelebaran ruas jalan yang sudah ada, pembangunan koridor jalan baru, hingga kemungkinan pembangunan terowongan sebagai jalur alternatif.
Dengan adanya kajian tersebut, pemerintah berharap dapat menentukan pilihan pembangunan yang paling tepat, baik dari sisi teknis, keselamatan, biaya, maupun dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Rencana peningkatan konektivitas ini juga di harapkan mampu memperkuat hubungan antara Provinsi Jambi dengan Sumatera Barat, sehingga arus barang dan jasa menjadi lebih lancar, biaya logistik dapat di tekan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Selain memberikan manfaat bagi sektor perdagangan, akses jalan yang lebih baik juga di yakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat, mempercepat pelayanan publik, mendukung sektor pariwisata, serta membuka peluang investasi baru di kawasan perbatasan.
Dukungan Pemprov Jambi dan DPRD Provinsi Jambi terhadap penyusunan studi kelayakan menjadi sinyal bahwa pembangunan infrastruktur penghubung Sungai Penuh–batas Sumatera Barat merupakan salah satu agenda penting dalam upaya memperkuat konektivitas antarwilayah.
Ke depan, hasil studi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk pembangunan yang paling layak untuk di realisasikan demi mewujudkan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.*







