Aceh Tenggara, Eksisjambi.com – Kawasan Hutan Ketambe di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, tidak hanya dikenal sebagai pintu masuk Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan habitat orangutan Sumatra. Wilayah yang didominasi hutan hujan tropis ini juga menyimpan beragam potensi sumber daya alam, termasuk batuan mineral yang oleh masyarakat setempat kerap disebut sebagai batu kristal.
Batu kristal yang ditemukan di kawasan pegunungan dan aliran sungai sekitar Ketambe memiliki karakteristik bening hingga putih susu. Sebagian batu memperlihatkan kilau alami yang menarik sehingga banyak diminati sebagai koleksi maupun bahan kerajinan. Namun, jenis batu tersebut perlu diuji secara geologi untuk memastikan komposisinya, karena tidak semua batu bening merupakan kristal kuarsa berkualitas permata.
Ketambe sendiri berada di jantung bentang alam Taman Nasional Gunung Leuser yang terkenal dengan keanekaragaman hayati dan panorama alamnya. Sungai Alas yang membelah kawasan ini juga membawa berbagai material batuan dari daerah pegunungan, sehingga tidak jarang masyarakat menemukan batu-batu unik di sepanjang aliran sungai.
Selain menjadi daya tarik bagi kolektor batu alam, keberadaan batu kristal juga menambah kekayaan geologi Aceh Tenggara. Meski demikian, aktivitas pengambilan batu di kawasan hutan konservasi harus tetap mematuhi peraturan yang berlaku agar tidak merusak ekosistem maupun kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Masyarakat adat Alas yang mendiami wilayah Ketambe sejak lama dikenal hidup berdampingan dengan alam. Karena itu, pemanfaatan sumber daya alam di kawasan tersebut diharapkan tetap mengedepankan prinsip kelestarian sehingga keindahan hutan, sungai, dan potensi geologi Ketambe dapat dinikmati oleh generasi mendatang.*







