Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 27 Juli 2026 - 08:10 WIB

Batu Mustika Bumi,Benda Bertuah yang Diyakini Berasal dari Energi Alam dan Dunia Gaib

Oplus_131072

Oplus_131072

EksisJambi.com – Batu Mustika Bumi merupakan salah satu benda yang kerap dikaitkan dengan tradisi supranatural dan cerita rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kepercayaan masyarakat tertentu, batu ini di yakini bukan sekadar batu biasa, melainkan benda bertuah yang terbentuk melalui proses metafisika dan memiliki hubungan dengan energi alam maupun entitas gaib.

Meski demikian, hingga kini tidak terdapat bukti ilmiah yang dapat memverifikasi keberadaan kekuatan supranatural yang di kaitkan dengan Batu Mustika Bumi. Kepercayaan tersebut berkembang sebagai bagian dari tradisi lisan, budaya, dan folklor Nusantara.

Dalam tradisi mistis Nusantara, Batu Mustika Bumi di percaya memiliki dua asal-usul utama.

Pertama, batu ini di yakini terbentuk melalui proses kristalisasi energi alam. Menurut kepercayaan tersebut, inti energi bumi atau saripati tanah mengendap selama ratusan hingga ribuan tahun di lokasi yang di anggap sakral, seperti gua tua, lereng gunung berapi, kawasan hutan purba, maupun di bawah pohon-pohon besar yang telah berusia sangat tua.

Kedua, sebagian praktisi supranatural meyakini Mustika Bumi merupakan pemberian atau titipan dari entitas gaib, seperti jin, roh leluhur, maupun danyang yang di percaya menjaga suatu wilayah. Karena itu, batu tersebut di yakini tidak dapat di temukan secara sembarangan.

Baca Juga :  Gunung Lawu dan Ritual Pesugihan Mistis

Berbagai cerita rakyat menyebutkan bahwa seseorang harus menjalani ritual khusus untuk memperoleh Batu Mustika Bumi.

Ritual tersebut antara lain berupa puasa, tirakat pada malam tertentu seperti Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon, hingga penggunaan dupa atau kemenyan sebagai bagian dari prosesi spiritual. Dalam sejumlah kisah, proses itu di sebut sebagai “penarikan gaib”, yaitu upaya menghadirkan batu dari alam metafisik ke dunia nyata.

Namun, seluruh cerita tersebut merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat dan belum dapat di buktikan secara ilmiah.

Salah satu mitos yang paling populer menyebutkan bahwa Batu Mustika Bumi memiliki kehendak sendiri dalam menentukan pemiliknya.

Dalam kepercayaan tersebut, batu dipercaya hanya cocok dengan orang tertentu. Jika dianggap tidak berjodoh, batu diyakini dapat menimbulkan rasa panas saat disentuh atau bahkan membawa berbagai kesialan bagi pemegangnya.

Sebaliknya, apabila di anggap cocok, batu dipercaya mampu memberikan perlindungan spiritual dan mendatangkan kewibawaan bagi pemiliknya.

Secara fisik, Batu Mustika Bumi dalam berbagai cerita digambarkan berbeda dengan batu mulia atau permata pada umumnya.

Bentuknya cenderung kasar, menyerupai batu fosil, kerikil tua, atau tanah liat yang telah membatu. Warnanya didominasi hitam pekat, cokelat tanah, hingga hijau lumut tua.

Baca Juga :  Tombak Belang Berjanggut Jenggi Sanggo Rajo, Pusaka Adat Kerinci 

Sejumlah cerita urban juga menyebutkan bahwa batu tersebut terkadang memancarkan cahaya redup atau terlihat mengeluarkan asap tipis ketika berada di tempat gelap atau terkena asap dupa. Klaim tersebut merupakan bagian dari cerita mistis yang beredar di masyarakat dan belum memiliki dasar ilmiah.

Dalam tradisi supranatural Nusantara, Batu Mustika Bumi dipercaya memiliki berbagai khasiat, antara lain:

  • Memberikan perlindungan dari gangguan gaib seperti santet atau teluh.
  • Meningkatkan kewibawaan dan kharisma pemiliknya.
  • Menyerap energi negatif di lingkungan sekitar.
  • Menjadi media spiritual dalam praktik kebatinan.

Meski demikian, manfaat tersebut berasal dari keyakinan masyarakat dan belum dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah.

Terlepas dari berbagai kisah mistis yang menyertainya, Batu Mustika Bumi merupakan bagian dari kekayaan folklor dan budaya Nusantara yang di wariskan secara turun-temurun.

Cerita mengenai benda bertuah ini masih hidup di berbagai daerah dan menjadi salah satu unsur yang memperkaya khazanah tradisi lisan Indonesia.

Masyarakat di imbau untuk menyikapi berbagai cerita mengenai benda-benda bertuah secara bijak, menghormati nilai budaya yang berkembang, sekaligus membedakan antara kepercayaan tradisional dan fakta yang dapat dibuktikan secara ilmiah.*

Share :

Baca Juga

Rakernas PDIP

Nasional

PUAN: PDIP Sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah

Daerah

Menteri Muhadjir Effendy Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana HidroMeteorologi Daerah Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Komisi III

DPRD Provinsi Jambi

Komisi III DPR RI Kunjungi Jambi Bahas Masalah KUHAP

Advertorial

Plh. Sekda Arief Munandar: Simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana Langkah Nyata Tingkatkan Kesiapsiagaan

Advertorial

Pemdes Bhakti Idaman Menggelar Musrenbangdes Dalam Penyusunan RKPD 2026

Daerah

Rumah Warga di Kayu Aro Barat Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI

Daerah

Kunker Komisi V DPR RI H.Bakri Di Dampingi Ketua DPRD Tanjabtim, Zilawati, SH Beserta Anggota 
Gubernur Jambi Alharis

Advertorial

Gubernur Al Haris dan BKN Regional VII Sepakati Implementasi Sistem Merit dan Manajemen Talenta