JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis pembaruan kondisi iklim nasional yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia kini telah memasuki musim hujan. Berdasarkan analisis terhadap Zona Musim (ZOM), sebanyak 76,8 persen wilayah Indonesia atau sekitar 537 ZOM tercatat sudah berada dalam periode musim hujan.
BMKG menjelaskan, musim hujan saat ini telah berlangsung di berbagai wilayah strategis di Tanah Air. Wilayah yang mengalami musim hujan meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatra Utara, sebagian Sumatera Barat, Sumatra Selatan, Riau, Jambi, sebagian Bengkulu, sebagian Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, hingga sebagian Banten.
Di Pulau Jawa, kondisi musim hujan telah mencakup Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta sebagian besar Jawa Timur. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian tengah seperti Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT) juga telah memasuki musim hujan.
BMKG juga mencatat, musim hujan mulai berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan, antara lain sebagian Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Timur. Untuk kawasan Sulawesi, musim hujan terpantau terjadi di sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
Tak hanya itu, wilayah timur Indonesia seperti sebagian Maluku dan sebagian Pulau Papua juga di laporkan telah memasuki periode musim hujan.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak musim hujan, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem lainnya, terutama di wilayah rawan bencana. Masyarakat juga di minta untuk terus memantau informasi cuaca terkini yang di sampaikan secara resmi oleh BMKG.
“Perubahan cuaca yang dinamis perlu di sikapi dengan kesiapsiagaan, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, guna meminimalkan risiko yang dapat di timbulkan selama musim hujan,” tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan menyampaikan pembaruan informasi iklim dan cuaca secara berkala kepada publik. (*)







