Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 15 September 2025 - 16:40 WIB

BMKG : Musim Hujan 2025/2026 Datang Lebih Awal

Musim Hujan

Musim Hujan

Jakarta –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa musim hujan 2025/2026 di Indonesia datang lebih cepat dari biasanya dan Musim hujan yang umumnya di mulai pada September – Oktober, tahun ini telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan di perkirakan akan berakhir hingga April 2026.

Kepala BMKG menyampaikan, dari total 699 zona musim (ZOM) di Indonesia, terdapat 294 zona yang tercatat j – 2020, Adapun puncak musim hujan di prediksi berbeda-beda di tiap wilayah.

Sumatera dan Kalimantan: November- Desember 2025, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua: Januari – Februari 2026

Baca Juga :  Toyota Fortuner 2026 Hadir dengan Desain Futuristik dan Fitur Canggih, Ini Bocorannya!

“Secara umum sifat hujan di perkirakan normal, namun sejumlah wilayah berpotensi mengalami curah hujan di atas normal, terutama di Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” jelas BMKG.

BMKG mengingatkan agar pemerintah daerah, sektor terkait, hingga masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Risiko yang mungkin meningkat antara lain banjir, longsor, genangan, angin kencang, hingga penyakit tropis seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering meningkat saat curah hujan tinggi.

Selain itu, masyarakat di daerah rawan di imbau untuk memantau informasi cuaca harian BMKG, memastikan sistem drainase berfungsi baik, dan melakukan langkah antisipasi di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Bupati H. Adirozal Sebagai Inspektur Upacara Peringatan Harkitnas Ke-115

Di sisi lain, musim hujan yang datang lebih awal juga membawa peluang positif dan BMKG menilai kondisi ini dapat di manfaatkan oleh petani untuk menyesuaikan pola tanam lebih cepat, Dengan pengelolaan lahan yang tepat, musim tanam yang lebih panjang dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

“Adaptasi yang baik terhadap perubahan iklim ini penting, tidak hanya untuk mengurangi risiko bencana, tetapi juga untuk mendukung produktivitas sektor pertanian,” tambah BMKG. (*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Hilirisasi Perkebunan Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Bocoran iPhone 2026

Daerah

Apple Diprediksi Rilis iPhone 18 Series dan iPhone Fold Fokus AI 
PT Sumber Waras Karya Pratama

Daerah

PT Sumber Waras Klarifikasi Pembangunan Jembatan Sungai Tiram
JPT Pemkab Kerinci

Daerah

Pansel Umumkan Peserta Terbaik Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Kerinci Tahun 2025

Internasional

Gempa Susulan Masih Mengguncang Kamchatka

Advertorial

Kongrit Penanganan Alih Fungsi Lahan Tanaman Pangan ke Perkebunan, Ini Penjelasan Sekda Sapril, Tanjabtim

Advertorial

Wabup H. Murison Audiensi Bersama Kwarda Jambi
Jubir Gubernur Alharis

Daerah

Terkait Pengeroyokan Guru, Jubir Pemprov Jambi Bantah Gubernur Tulis Surat Terbuka ke Presiden