Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa musim hujan 2025/2026 di Indonesia datang lebih cepat dari biasanya dan Musim hujan yang umumnya di mulai pada September – Oktober, tahun ini telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan di perkirakan akan berakhir hingga April 2026.
Kepala BMKG menyampaikan, dari total 699 zona musim (ZOM) di Indonesia, terdapat 294 zona yang tercatat j – 2020, Adapun puncak musim hujan di prediksi berbeda-beda di tiap wilayah.
Sumatera dan Kalimantan: November- Desember 2025, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua: Januari – Februari 2026
“Secara umum sifat hujan di perkirakan normal, namun sejumlah wilayah berpotensi mengalami curah hujan di atas normal, terutama di Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” jelas BMKG.
BMKG mengingatkan agar pemerintah daerah, sektor terkait, hingga masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Risiko yang mungkin meningkat antara lain banjir, longsor, genangan, angin kencang, hingga penyakit tropis seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering meningkat saat curah hujan tinggi.
Selain itu, masyarakat di daerah rawan di imbau untuk memantau informasi cuaca harian BMKG, memastikan sistem drainase berfungsi baik, dan melakukan langkah antisipasi di lingkungan masing-masing.
Di sisi lain, musim hujan yang datang lebih awal juga membawa peluang positif dan BMKG menilai kondisi ini dapat di manfaatkan oleh petani untuk menyesuaikan pola tanam lebih cepat, Dengan pengelolaan lahan yang tepat, musim tanam yang lebih panjang dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Adaptasi yang baik terhadap perubahan iklim ini penting, tidak hanya untuk mengurangi risiko bencana, tetapi juga untuk mendukung produktivitas sektor pertanian,” tambah BMKG. (*)







