Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:05 WIB

Duka dari Hutan Bengkulu: Induk dan Anak Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Mukomuko

Oplus_131072

Oplus_131072

 Bengkulu,http://Eksisjambi.com  –  Kabar duka datang dari kawasan hutan di Provinsi Bengkulu. Dua ekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) seekor induk dan anak di temukan mati di Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, pada Kamis (30/4/2026).

Penemuan bangkai satwa di lindungi tersebut bermula dari laporan warga yang kemudian di tindaklanjuti oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu. Saat ini, petugas tengah melakukan proses nekropsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian kedua gajah tersebut.

Berdasarkan temuan awal di lapangan, gading induk gajah masih dalam kondisi utuh. Hal ini mengindikasikan bahwa kematian keduanya bukan di sebabkan oleh perburuan liar. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa kesimpulan akhir masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  MK Putuskan Masyarakat Adat Tak Perlu Izin Pemerintah untuk Berkebun di Hutan, Asal Nonkomersial

“Kami masih melakukan nekropsi untuk memastikan penyebab kematian. Dugaan awal bukan perburuan karena gading tidak di ambil, namun semua kemungkinan masih kami telusuri,” ujar salah satu petugas BKSDA Bengkulu.

Kawasan Bentang Sebelat, yang menjadi habitat penting gajah sumatera di Bengkulu, di sebut terus mengalami tekanan akibat aktivitas manusia. Perambahan hutan serta ekspansi perkebunan kelapa sawit ilegal di nilai menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup satwa langka tersebut.

Bentang Sebelat selama ini di kenal sebagai salah satu kantong populasi terakhir gajah sumatera di wilayah tersebut. Namun, jumlahnya kini di perkirakan hanya tersisa sekitar 25 ekor. Dengan di temukannya dua ekor gajah mati, populasi tersebut kembali mengalami penurunan yang signifikan.

Aktivis lingkungan mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi kawasan tersebut. Salah satunya dengan mengevaluasi dan mencabut izin konsesi perusahaan yang beroperasi di sekitar habitat gajah, termasuk PT BAT dan PT APi yang di sebut-sebut berada di wilayah Bentang Sebelat.

Baca Juga :  Proses Evakuasi Jalur Udara Crew Helikopter dihentikan sementara

Kematian induk dan anak gajah ini kembali menjadi pengingat akan rentannya keberadaan satwa liar di tengah tekanan pembangunan dan eksploitasi hutan.

Selain penegakan hukum terhadap perambahan dan aktivitas ilegal, upaya konservasi di nilai harus di perkuat secara menyeluruh, termasuk perlindungan habitat dan mitigasi konflik manusia dengan satwa.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Satu induk. Satu anak. Hilang dalam diam.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Kembali Meraih WTP 

Advertorial

Putra Terbaik Asal Teluk Langkap Sumay Berjuang Menjemput Tuah Memimpin Tebo, Ini Misi Visinya

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Ajak Gunakan Hak Pilih

Advertorial

Gubernur Al Haris Harap Dengan Adanya Investor dari Korea Selatan, Kawasan Danau Sipin Akan Jadi Pariwisata Berbasis Lingkungan Hidup

Advertorial

DPRD Provinsi Jambi Desak OJK dan Polda Bertindak Cepat Berantas Pinjol Ilegal
game paling banyak di download,

Daerah

Ini Daftar Game Paling Banyak Diunduh Sepanjang Tahun 2025 di Indonesia
Pesan WAKO dan Wawako Sungai Penuh

Advertorial

Pesan Wako dan Wawako Sungai Penuh Jelang Aksi Demo Cipayung Plus dan BEM

Bangko

Akhir Tahun Jadi Kado Terindah Buat Puluhan Personel Polres Merangin