Home / Internasional / Nasional / News

Kamis, 4 September 2025 - 05:54 WIB

F-16 TNI AU Lancarkan Serangan Udara Presisi dalam Misi Close Air Support SGS 2025

Pesawat Tempur F-16 TNIAU

Pesawat Tempur F-16 TNIAU

Eksisjambi.com –  Dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 16 TNI Angkatan Udara sukses melaksanakan misi Close Air Support (CAS) untuk membuka jalan bagi operasi pendaratan amfibi dalam rangkaian Latihan Gabungan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau berapa hari lalu.

Kehadiran unsur udara TNI AU menjadi faktor kunci dalam menjamin air superiority sekaligus memberikan perlindungan penuh bagi unsur laut dan pasukan pendarat.

Dalam misi tersebut, F-16 Fighting Falcon TNI AU terbang berdampingan dengan empat pesawat tempur F-35 Lightning II Royal Australian Air Force (RAAF), pesawat intai maritim Boeing 737 TNI AU, serta P-8 Poseidon US Navy, Kehadiran unsur lintas negara ini menegaskan pentingnya sinergi kekuatan udara dalam mengawal jalannya latihan amfibi berskala besar.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Sungai Penuh Tunjukkan Solidaritas Sosial, Bantu Korban Penusukan Kunci Motor 

Pelaksanaan CAS menuntut ketepatan tinggi agar serangan udara mampu melumpuhkan target tanpa membahayakan pasukan sendiri.

Didukung oleh unsur Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) dari Boeing 737-200 TNI AU serta P-8 Poseidon Angkatan Laut AS, misi berhasil memastikan jalannya pendaratan amfibi secara aman dan terkendali.

Keunggulan udara yang di tunjukkan oleh F-16 Skadron Udara 16 TNI AU menjadi penentu keberhasilan operasi, sekaligus membuka jalan bagi unsur laut untuk melaksanakan manuver pendaratan.

Setelah dominasi udara tercapai, unsur laut gabungan yang terdiri dari KRI John Lie-358, KRI Makassar-590, USS John Finn, dan kapal amfibi JS Osumi milik Angkatan Laut Jepang (JMSDF) bergerak melaksanakan pendaratan pasukan.

Baca Juga :  Polri Peduli : Polres Tebo Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Desa Aur Cino dan Teluk Kayu Putih

Kehadiran armada multinasional tersebut menegaskan bahwa operasi amfibi hanya dapat berjalan efektif bila perlindungan udara sudah sepenuhnya di kuasai.

Aksi F-16 dalam SGS 2025 kembali menunjukkan peran strategis TNI Angkatan Udara sebagai garda terdepan kekuatan udara Indonesia.

Hal ini selaras dengan semangat AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang terus di gelorakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.

Partisipasi aktif TNI AU dalam latihan gabungan ini mencerminkan kesiapan menghadapi operasi lintas matra sekaligus komitmen Indonesia untuk memperkuat stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik melalui kerja sama pertahanan multilateral.(*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Wawako Antos Buka Kampanye Mandatory Produk Halal Kota Sungai Penuh.
Ilmuan Indonesia

Internasional

Enam Ilmuwan Indonesia Karyanya di Akui Dunia
Kelompok Tani PERINTIS

Daerah

Kelompok Tani PERINTIS, Olah Rawa Jadi Sawah di Kota Sungai Penuh  

Advertorial

Rapat Paripurna II Masa Persidangan III Tahun 22024
Pelemahan rupiah dan penurunan cadangan devisa Indonesia dinilai dipicu tekanan global

Daerah

Pelemahan Rupiah dan Penurunan Cadangan Devisa Dipicu Tekanan Global, Bukan Fundamental Domestik

Advertorial

Pemuda Sungai Penuh Tembus Kampus Top Dunia

Daerah

Parade Planet Hiasi Langit Malam 17–18 Juni 2026, Bulan Sabit Muda Temani Venus, Jupiter, dan Merkurius
Presiden Prabowo Subianto

Daerah

Presiden Prabowo Terima Dukungan dari Putra Mahkota Arab Saudi