Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:08 WIB

Fenomena “Video Golda Viral” Gegerkan Media Sosial

video golda viral

video golda viral

JAKARTA, http://Eksisjambi.com– Jagat maya belakangan ini di guncang oleh lonjakan pencarian kata kunci “Video Golda Viral”. Tren tersebut bermula dari unggahan di platform TikTok yang kemudian menyebar cepat ke X (Twitter) dan Instagram, memicu rasa penasaran massal di kalangan netizen.

Isu ini ramai di perbincangkan lantaran video yang di maksud di klaim menampilkan konten tidak biasa yang melibatkan produk minuman kopi kemasan. Di kolom komentar, beredar narasi mengenai klip berdurasi 19 detik, bahkan di sebut-sebut memiliki versi panjang hingga 6 menit.

Namun, setelah di telusuri lebih lanjut, keberadaan video asli dengan konteks yang jelas justru sulit di temukan. Mayoritas unggahan hanya menampilkan potongan gambar atau thumbnail provokatif tanpa sumber valid, yang sengaja di buat untuk memancing klik dan meningkatkan engagement.

Fenomena ini kerap di manfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan jebakan. Alih-alih menemukan video yang di cari, pengguna yang mengklik link sembarangan justru berisiko di arahkan ke situs berbahaya yang di penuhi iklan mengganggu, hingga instruksi unduhan ilegal.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat Kembali Melaksanakan Reses Di Lorong Suka Damai Kelurahan Tungkal II

Ancaman paling serius dari perburuan link “Video Golda Viral” adalah phishing dan malware. Modus yang di gunakan beragam, mulai dari shortlink mencurigakan yang secara otomatis mengunduh file berbahaya, hingga halaman palsu yang meminta pengguna memasukkan data login media sosial atau perbankan dengan dalih sebagai syarat menonton video.

Tak sedikit korban yang akhirnya kehilangan akses akun karena data pribadinya di curi dan di salahgunakan oleh pelaku kejahatan siber.

Secara psikologis, tren ini berkembang pesat karena memanfaatkan efek Fear of Missing Out (FOMO). Rasa takut tertinggal informasi membuat sebagian netizen mengabaikan logika dan keamanan digital demi memuaskan rasa penasaran, terutama setelah konten tersebut muncul berulang kali di halaman For You Page (FYP).

Padahal, sebagian besar unggahan terkait “Video Golda” tidak lebih dari strategi pencari traffic dan engagement semata, tanpa konten asli yang benar-benar dapat di pertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Gempa M4,9 Guncang Jawa Barat dan Jakarta 

Sebagai pengguna internet yang cerdas, masyarakat di imbau untuk tidak ikut menyebarkan maupun mencari tautan yang tidak kredibel. Jika menemukan unggahan yang menawarkan link video viral tanpa sumber jelas, langkah terbaik adalah melaporkannya sebagai spam atau penipuan.

Keamanan data pribadi jauh lebih penting di bandingkan sekadar memuaskan rasa penasaran terhadap konten yang kebenarannya masih di ragukan. Tren viral di Indonesia sering kali memiliki pola serupa: narasi ambigu, penyebaran link masif, dan berujung pada kerugian pengguna.

Oleh karena itu, menjaga privasi digital harus di mulai dari ketelitian dalam memilah informasi. Pastikan selalu mengakses berita dari media resmi dan terpercaya yang memiliki standar jurnalistik, bukan dari akun anonim atau tautan mencurigakan di kolom komentar media sosial.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Al Haris: Memimpin Jambi Menuju Keberlanjutan Gambut Nasional

Daerah

Ketua Komisi Fadli Sudria Tegaskan Untuk Salurkan WiFi Gratis di Renah Pemetik
WFH ASN resmi berlaku 3 April 2026 dengan pengawasan ketat

Daerah

WFH ASN Resmi Berlaku 3 April 2026, Disiplin dan Pengawasan Diperketat

Advertorial

PJ.Bupati Merangin Sampaikan Laporan Evaluasi Kinerja
NMAX Terbaru 2026

Daerah

Yamaha NMAX Jadi Motor Terbaik untuk Mudik Lebaran Idul Fitri

Advertorial

Sosialisasikan Pembangunan Instalasi Air Minum, Wako Ahmadi berharap Peran serta Dukungan Masyarakat

Bangko

Pencarian Korban Tenggelam di Nalo Tantan Merangin Terus Diupayakan
Presiden Prabowo Subianto Bersama Raja Abdullah II

Internasional

Presiden Prabowo Sarapan Bareng Raja Abdullah II di Jakarta, Bahas Persahabatan dan Stabilitas Kawasan