Eksisjambi.com– Setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 8,8 yang terjadi pada pagi hari tanggal 30 Juli 2025, wilayah Kamchatka di Rusia masih terus diguncang oleh gempa susulan. Hingga kini, lebih dari 200 kali gempa susulan telah tercatat, dengan kekuatan rata-rata di atas magnitudo 5 dan yang terbesar mencapai magnitudo 6,9.
Menurut catatan para ahli, gempa susulan merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi setelah gempa besar. Bahkan, gempa susulan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga bertahun-tahun, tergantung pada kondisi geologis wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan United States Geological Survey (USGS), gempa utama M8,8 tersebut diklasifikasikan sebagai gempa Megathrust. Jenis gempa ini terjadi akibat terangkatnya lempeng bumi di zona subduksi Kamchatka-Kuril, yang memiliki panjang sekitar 390 kilometer dan lebar 140 kilometer.
Akibatnya, wilayah Petropavlovsk dan seluruh pesisir Kamchatka bagian timur mengalami guncangan sangat kuat, dengan intensitas maksimum mencapai MMI VIII (Sangat Kuat). Getaran ini menyebabkan kepanikan warga dan kerusakan ringan di beberapa area permukiman.
Meski jumlah gempa susulan cukup banyak, tidak semuanya dirasakan oleh penduduk setempat. Hal ini disebabkan oleh lokasi gempa yang relatif jauh dari permukiman. Namun demikian, beberapa gempa susulan tetap terasa, terutama jika terjadi lebih dekat ke daratan. Intensitasnya tercatat bervariasi antara MMI IV hingga MMI V, tergantung kekuatan dan kedekatannya dengan wilayah berpenduduk.
Yang menarik, gempa utama ini ternyata telah didahului oleh serangkaian gempa kecil atau foreshock sejak 20 Juli 2025. Tercatat, gempa berkekuatan M7,4 terjadi pada tanggal tersebut, diikuti oleh tiga kali gempa dengan kekuatan M6,6. Aktivitas ini menandakan peningkatan tekanan di zona subduksi sebelum akhirnya terjadi gempa utama.
Hingga saat ini, aktivitas seismik di Kamchatka masih terus dimonitor secara intensif oleh lembaga geologi nasional dan internasional. Masyarakat diimbau tetap waspada, meskipun sebagian gempa susulan tidak membahayakan secara langsung.







