Jakarta,http://Eksisjambi.com – Tahun 2026 akan menjadi periode yang menarik bagi para pengamat langit. Sepanjang tahun tersebut, akan terjadi empat fenomena gerhana, terdiri dari dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan.
Namun, dari seluruh rangkaian peristiwa astronomi ini, Indonesia hanya berkesempatan menyaksikan satu gerhana, yakni gerhana bulan total pada 3 Maret 2026.
Berikut jadwal lengkap fenomena gerhana sepanjang tahun 2026 beserta wilayah pengamatannya.
1. Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, namun tidak sepenuhnya menutupi Matahari, sehingga menyisakan cahaya berbentuk cincin api.
Wilayah pengamatan, Cincin penuh: Antartika (jalur cincin utama) Gerhana parsial: Afrika bagian selatan, Amerika Selatan selatan, Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia, serta sebagian besar wilayah Antarktika
Wilayah Indonesia dan sebagian besar Asia Tenggara tidak termasuk dalam area pengamatan gerhana ini, sehingga fenomena tersebut tidak dapat di saksikan dari Tanah Air.
2. Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026 Inilah fenomena yang paling di nantikan masyarakat Indonesia. Pada tanggal ini, Bulan akan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi, menyebabkan warna Bulan tampak kemerahan atau di kenal sebagai “Blood Moon” Wilayah pengamatan:
- Asia Timur dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia)
- Australia dan Oceania
- Amerika Utara dan Amerika Selatan
- Sebagian Eropa bagian timur
- Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik
Karena merupakan gerhana bulan total, fenomena ini dapat di amati dengan mata telanjang dari wilayah yang sedang mengalami malam hari, asalkan cuaca cerah. Tidak di perlukan alat khusus, meski teropong atau teleskop dapat menambah pengalaman pengamatan.
3. Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026, Gerhana matahari total menjadi salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler, saat Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan selama beberapa menit.
Jalur totalitas: Greenland, Islandia, Spanyol (termasuk Catalonia), Rusia bagian utara, serta sebagian kecil Portugal
Gerhana parsial: Eropa Barat dan Tengah, Afrika utara bagian barat, Amerika Utara bagian timur, Samudra Atlantik, dan Samudra Arktik
Sayangnya, Indonesia kembali tidak termasuk dalam wilayah pengamatan, baik total maupun parsial.
4. Gerhana Bulan Sebagian 27 – 28 Agustus 2026, Gerhana bulan sebagian terjadi ketika hanya sebagian Bulan yang masuk ke bayangan Bumi, Wilayah pengamatan:
- Amerika Utara dan Amerika Selatan
- Eropa
- Afrika
- Sebagian Asia bagian barat
- Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia
Fenomena ini dapat di saksikan dari wilayah yang sedang malam saat puncak gerhana terjadi, namun tidak terlihat dari Indonesia.
Dari empat fenomena gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026, Indonesia hanya mendapatkan satu kesempatan menyaksikan gerhana, yakni gerhana bulan total pada 3 Maret 2026.
Meski jumlahnya terbatas, peristiwa ini tetap menjadi momen langka dan berharga bagi masyarakat, pelajar, serta pecinta astronomi untuk menikmati keindahan alam semesta secara langsung.
Masyarakat di imbau untuk menandai tanggal tersebut dan mempersiapkan diri sejak dini agar tidak melewatkan fenomena langit yang istimewa ini. (*) Sumber : Info Astronomi







