Home / Advertorial / News / Provinsi Jambi

Kamis, 6 Februari 2025 - 16:05 WIB

Gubernur Alharis Tetap Pilih Pertahankan Tenaga Honorer

Eksisjambi.com,JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi sampai saat ini tak menerapkan kebijakan merumahkan honorer, Kamis (06/02/2025).

Hal tersebut lantaran menunggu kepastian nasib para Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang saat ini disebut sebagai PPPK paruh waktu.

Gubernur Al Haris menyatakan dalam aturannya yang tak boleh dirumahkan adalah honorer yang telah bekerja dibawah 31 Oktober 2023.

“Mereka masih bekerja seperti biasa. Dan kami tidak pernah membuat kebijakan terkait honorer di Pemprov,” sebutnya.

Al Haris melanjutkan, bahkan OPD Pemprov Jambi juga tidak berhak merumahkan honorer tanpa persetujuan Gubernur.

“Yang berhak merumahkan adalah Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yakni Gubernur Jambi,” sebutnya.

Baca Juga :  Kode Redeem Terbaru : FF, Mobile Legends, Genshin Impact, hingga FC Mobile

Pada pekan lalu, Al Haris yang juga selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) resmi mengirim surat ke Menpan-RB.

Dalam Surat Rekomendasi Ketua Umum APPSI nomor: A.005/APPSI/II/2025 yaitu Rekomendasi APPSI tentang tenaga Honerer pada tanggal 03 Februari 2025.

Dalam surat tersebut APPSI telah menyepakati 3 point sebagai bahan petimbangan Pemerintah Pusat dalam mengambil kebijakan.

Pertama, Keputusan tentang pembatalan penghapusan Tenaga Honorer atau Tenaga Non ASN sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan telah disahkan pada tanggal 31 Oktober 2023 oleh Presiden Republik Indonesia.

Memohon dapat dilaksanakan secara konsisten dengan tidak membatalkan pengangkatan Tenaga Honorer atau Tenaga Non ASN yang telah didata sampai tanggal 31 Oktober 2023.

Baca Juga :  Nasdem Tebo Buka Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Tanpa Mahar

Lalu kedua, Tenaga Honorer atau Tenaga Non ASN yang telah didata sampai tanggal 31 Oktober 2023 agar dapat segera diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan perjanjian Kerja (PPPKS).

Kemudian ketiga, jumlah tenaga Honorer atau Tenaga Non ASN yang menanti untuk menjadi PPPK menurut data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pada tanggal 28 November 2024 totalnya mencapai 1.789.051 orang, apabila tidak segera ada keputusan dari Pemerintah Pusat dikhawatirkan akan membuat kondisi pelayanan publik di daerah tidak kondusif.(*)

Share :

Baca Juga

Bangko

Safari Ramadhan di Pinang Merah Wabup A. Khafid Ingatkan Bahaya Penculikan dan Stabilitas Harga Jelang Ramadan

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gelar Pertemuan Bersama BPK RI Perwakilan Jambi

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh laksanakan Kunjungan Kerja Komisi

Daerah

Daftar Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 17 Maret 2026

Advertorial

Wako Alfin: Renovasi Pasar Beringin Jaya Akan Menggunakan Skema Multiyears
Persija

Internasional

Pelatih Persija Nilai El Clasico Minim Kualitas

News

Puluhan Pedagang Antar Pasar Dukung Ahmadi-Ferry

Advertorial

Pj Bupati Merangin Jangcik Mohza Gelar Apel Kedisiplinan Yang Perdana