AGAM, http://Eksisjambi.com – Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Dentuman keras terdengar sekitar pukul 02.29 WIB, mengejutkan warga yang tengah terlelap maupun yang sedang melaksanakan ibadah tahajud.
Letusan gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat itu menggelegar cukup panjang dan terasa menggetarkan dada warga di sekitar kaki gunung.
Dari kawasan Aia Angek, api pijar terlihat jelas membara di puncak. Cahaya kemerahan itu menyala terang selama kurang lebih 30 menit, memecah gelapnya dini hari.
“Seperti bara besar di puncak. Dada ikut bergetar saat dentumannya terdengar,” ujar Al Masir, warga setempat yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Selain dentuman, warga juga melihat langit memerah di sertai kepulan abu yang membumbung ke udara. Hingga berita ini di turunkan, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Warga sekitar memilih meningkatkan kewaspadaan sembari memanjatkan doa agar aktivitas Gunung Marapi tidak berkembang menjadi erupsi besar yang membahayakan permukiman.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat Sumatera Barat bahwa kehidupan berdampingan dengan alam, khususnya gunung api aktif, menuntut kesiapsiagaan setiap saat. Gunung Marapi sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Pulau Sumatera dengan riwayat erupsi yang terjadi secara berkala.
Masyarakat di imbau untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Marapi.
Langit yang sempat memerah dan abu yang membumbung menjadi pengingat bahwa alam bisa “bangun” kapan saja. Namun di tengah kecemasan, doa-doa warga pun melangit, berharap peristiwa ini menjadi tanda kebesaran Sang Pencipta, bukan musibah yang menghancurkan kampung halaman mereka.**







