Sumatera Barat,http://Eksisjambi.com – Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu malam, 14 Maret 2026, pukul 23.29 WIB. Peristiwa erupsi tersebut terekam jelas melalui alat seismograf di pos pemantauan gunung api.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 3 menit 21 detik.
Gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut memang di kenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Pulau Sumatera. Aktivitas vulkanik yang terjadi pada Sabtu malam ini kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat di timbulkan.
Seiring dengan terjadinya erupsi tersebut, pihak PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung Api mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar kawasan gunung.
Pertama, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Marapi, termasuk pengunjung, wisatawan, maupun pendaki, di larang memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu di sekitar Kawah Verbeek. Area tersebut di nilai berpotensi mengalami lontaran material vulkanik dan aktivitas erupsi lanjutan.
Kedua, warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi di minta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar. Ancaman ini terutama dapat terjadi saat curah hujan tinggi, karena material vulkanik yang terbawa air dapat mengalir melalui sungai dan menimbulkan risiko bagi permukiman.
Ketiga, masyarakat di sekitar kawasan gunung juga di minta untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik. Selain itu, warga juga di sarankan menggunakan pelindung mata dan kulit.
Apabila terjadi hujan abu, masyarakat di imbau untuk mengamankan sumber air bersih serta rutin membersihkan atap rumah dari tumpukan abu yang tebal guna mencegah risiko kerusakan atau robohnya bangunan akibat beban berlebih.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga di minta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Selain itu, masyarakat di harapkan tetap tenang namun waspada serta mematuhi seluruh arahan yang di keluarkan oleh pihak berwenang terkait aktivitas Gunung Marapi.
Pemerintah daerah bersama petugas pemantau gunung api hingga saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas vulkanik Gunung Marapi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi susulan.
Sumber: Kementerian ESDM – Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Marapi.**







