Eksisjambi.com- Pada 2019, ketika AS dan China terlibat perang tarif, Vietnam bergerak cepat. Mereka menawarkan regulasi yang ramah bagi investor asing, meningkatkan daya saing produk, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Hasilnya, Vietnam justru kebanjiran investasi dan menjadi pusat manufaktur baru di Asia Tenggara.
Indonesia bisa meniru langkah ini dengan beberapa strategi, di antaranya:
-Diversifikasi Pasar Ekspor,Indonesia harus mengurangi ketergantungan pada AS dan mulai mengincar pasar lain, seperti Eropa, Afrika, dan Asia Selatan.
-Meningkatkan Daya Saing Produk, Bukan sekadar menjual barang murah, tetapi juga membangun produk dengan kualitas dan inovasi tinggi agar tetap kompetitif.-Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif
Regulasi yang lebih fleksibel, insentif bagi investor, serta kepastian hukum bisa menarik perusahaan yang ingin relokasi dari China.
-Memperkuat Kerja Sama Regional, Memanfaatkan perjanjian perdagangan seperti RCEP dan ASEAN untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekonomi domestik.
Saat ini, Indonesia berada di persimpangan jalan. Apakah kita hanya akan menjadi korban dari kebijakan tarif AS, atau justru memanfaatkannya sebagai momentum untuk bangkit? Jawabannya tergantung pada seberapa cepat dan cerdas kita mengambil langkah.(*)







