Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi di pasar internasional kembali berada di zona merah pada perdagangan Rabu, 4 November 2026. Baik kopi Arabika maupun Robusta mengalami penurunan seiring aksi jual di bursa komoditas global.
Berdasarkan data perdagangan ICE US, harga kopi Arabika ditutup di level 283,95 sen per pon (¢/lb) atau turun 8,15 poin (-2,79 persen) dibanding perdagangan sebelumnya. Nilai tersebut setara sekitar 6,25 dolar AS per kilogram atau sekitar Rp113.600 per kilogram.
Sementara itu, kopi Robusta yang diperdagangkan di ICE Europe (ICE EU) juga mengalami koreksi. Harganya berada di level 3.210 dolar AS per ton atau sekitar 3,21 dolar AS per kilogram, turun 31 dolar AS (-0,96 persen). Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya setara sekitar Rp58.300 per kilogram.
Penurunan harga kedua jenis kopi tersebut menunjukkan pasar masih bergerak fluktuatif di tengah dinamika perdagangan global. Meski demikian, harga Arabika masih bertahan di atas kisaran 280 sen per pon, sedangkan Robusta tetap berada di atas 3.200 dolar AS per ton, yang mencerminkan level harga masih relatif tinggi dibanding rata-rata historis.
Bagi petani dan pelaku usaha kopi di Indonesia, termasuk sentra produksi seperti Kerinci, perkembangan harga internasional menjadi salah satu acuan dalam memantau arah pasar. Namun, harga yang diterima petani di tingkat lokal tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kualitas biji kopi, pasokan, permintaan, kurs rupiah, hingga biaya distribusi.
Pelaku usaha diharapkan terus mencermati pergerakan pasar global untuk menentukan strategi penjualan dan menjaga daya saing kopi Indonesia di pasar ekspor.
Harga Kopi Internasional 4 November 2026:
- Arabika (ICE US): 283,95 ¢/lb, turun 8,15 poin (-2,79%) atau sekitar US$6,25/kg (± Rp113.600/kg).
- Robusta (ICE EU): US$3.210/ton, turun US$31 (-0,96%) atau sekitar Rp58.300/kg.(*)







