Home / Daerah / Internasional / Kota Sungai Penuh / Nasional / News

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:35 WIB

Hujan Meteor Perseid 2026 Capai Puncak, Ini Waktu Terbaik Menyaksikan

Oplus_131072

Oplus_131072

Astronomi, Eksisjambi.com – Langit malam kembali menyuguhkan salah satu fenomena astronomi paling dinantikan setiap tahun, yakni Hujan Meteor Perseid. Fenomena ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling terang dan populer karena mampu menghadirkan puluhan hingga ratusan meteor yang melintas di langit dalam satu malam.

Pada tahun 2026, hujan meteor Perseid telah aktif sejak 17 Juli dan akan berlangsung hingga 24 Agustus 2026. Puncak aktivitasnya diperkirakan terjadi pada malam 12–13 Agustus 2026, saat jumlah meteor yang tampak dapat mencapai angka maksimum teoritis dalam kondisi langit yang ideal.

Berasal dari Komet Swift-Tuttle

Hujan Meteor Perseid terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu dan partikel yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle di sepanjang orbitnya mengelilingi Matahari.

Saat partikel-partikel kecil tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 59–60 kilometer per detik, gesekan dengan atmosfer menyebabkan partikel berpijar sehingga tampak sebagai garis cahaya yang dikenal masyarakat sebagai “bintang jatuh”.

Baca Juga :  Asia Tenggara Dilanda Banjir Luas Akibat Serangan Monsun & Siklon Tropis

Fenomena ini berlangsung secara alami setiap tahun pada periode Juli hingga Agustus dan selalu menjadi daya tarik bagi para astronom maupun masyarakat umum.

Kondisi Pengamatan Sangat Ideal

Kabar baik bagi para pecinta astronomi, puncak Hujan Meteor Perseid tahun ini bertepatan dengan fase Bulan Baru. Kondisi tersebut membuat cahaya Bulan hampir tidak mengganggu gelapnya langit malam sehingga peluang melihat meteor menjadi jauh lebih baik.

Apabila cuaca cerah dan berada di lokasi yang minim polusi cahaya, pengamat berkesempatan menyaksikan lebih banyak meteor dibandingkan tahun-tahun ketika Bulan sedang terang.

Tips Menyaksikan Hujan Meteor Perseid

Agar pengalaman mengamati hujan meteor semakin maksimal, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

Pilih lokasi yang jauh dari lampu perkotaan atau polusi cahaya.

Waktu terbaik pengamatan adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar.

Berikan waktu sekitar 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan kondisi gelap.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire Terbaru Akhir Mei 2026, Klaim Hadiah Gratis Sebelum Hangus!

Tidak perlu menggunakan teleskop maupun teropong karena mata telanjang justru memberikan bidang pandang yang lebih luas.

Hindari terlalu sering melihat layar ponsel agar mata tetap sensitif terhadap cahaya redup.

Jumlah Meteor Bisa Berbeda

Meski Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling aktif, jumlah meteor yang terlihat tidak selalu sama dengan angka maksimum teoritis.

Beberapa faktor seperti kondisi cuaca, tingkat polusi cahaya, posisi pengamat, serta ketinggian titik radian di langit sangat memengaruhi banyaknya meteor yang dapat disaksikan.

Karena itu, masyarakat disarankan memilih lokasi dengan langit yang cerah dan minim gangguan cahaya agar pengalaman mengamati fenomena ini menjadi lebih optimal.

Jika kondisi langit cerah malam ini, jangan lewatkan kesempatan untuk menengadah dan menikmati salah satu pertunjukan alam semesta yang paling menakjubkan sepanjang tahun.*

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Al Haris: Remisi Bentuk Kehadiran Negara Kepada Masyarakat

Bangko

Persatuan komunitas Kesenian Jawa Siap Menangkan Menawan
Menkeu Purbaya

Daerah

Menteri keuangan Purbaya Siap “Hajar” Mafia Migas di Indonesia
Gempa Bumi

Daerah

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara

Daerah

BUPATI ADIROZAL BUKA PERTEMUAN RANTAI PASAR HASIL AGROFORESTRY TAHUN 2020
Super GT di Jepang

Internasional

Super GT Kembali ke Autopolis! Duel Minim Aksi Jadi Sorotan

Advertorial

Waka DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata Tinjau Kerusakan Jalan di Tembesi

Internasional

DPRD Kota Sungai Penuh Ajak Perkuat Kolaborasi di Hari Pendidikan Nasional 2026