Subang – Di tengah berkembangnya kembali minat masyarakat terhadap ilmu spiritual dan kebatinan Nusantara, nama Saefi Mahabah kini kembali mencuat sebagai salah satu ilmu pengasihan yang di percaya memiliki energi luar biasa.
Ilmu ini merupakan salah satu warisan leluhur (karuhun) yang telah di wariskan turun-temurun dan masih di amalkan oleh sebagian kalangan hingga saat ini.
Menurut penuturan para pengamalnya, ilmu saefi di kenal memiliki karakter energi yang kuat dan panas, berbeda dengan jenis ilmu asma maupun qosam.
Dalam tradisi lama, saefi umumnya di gunakan untuk keperluan pertahanan diri, pertarungan lahir-batin, atau bahkan penghancur energi negatif. Namun, cabang saefi mahabah memiliki karakter yang lebih lembut dan berfungsi sebagai sarana mahabbah atau pengasihan.
Ilmu Saefi Mahabah ini disebut-sebut bersumber dari Kyai Agus Maksum Subang, salah satu tokoh spiritual di Jawa Barat yang juga di kenal sebagai guru dari almarhum Kyai Hasan Bisri Subang.
Dari beliau, ilmu ini kemudian di ajarkan secara terbatas kepada murid-murid yang di nilai memiliki kesiapan lahir dan batin.
“Ilmu Saefi Mahabah berbeda dengan saefi pada umumnya yang berenergi keras, Justru ilmu ini membawa kesejukan, kasih sayang, dan daya tarik yang tinggi terhadap sesama manusia,” ujar salah satu pengamal yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Para pengamal mempercayai bahwa ilmu ini memiliki berbagai manfaat yang luas, mulai dari pengasihan, keharmonisan rumah tangga, hingga keberuntungan dalam usaha Di antara khasiat yang sering di sebutkan antara lain:
- Rajanya pengeretan menundukkan hati kekasih, atasan, atau orang berpengaruh.
- Menyerap energi ajian pengasihan tingkat tinggi seperti Semar Mesem, Jaran Goyang, hingga Danan Jaya.
- Menumbuhkan rasa cinta mendalam dari lawan jenis.
- Menjaga kesetiaan pasangan agar tidak selingkuh.
- Melembutkan hati orang yang sombong atau keras.
- Memancarkan karisma dan simpati sehingga di senangi banyak orang.
- Meningkatkan daya pengasihan melalui suara.
- Menarik rezeki dan melariskan dagangan.
- Mendamaikan rumah tangga dan istri lebih dari satu.
- Mengirim energi pengasihan lewat mimpi atau sentuhan.
Selain itu, ilmu ini juga di yakini mampu menenangkan jiwa, menyembuhkan stres akibat gangguan energi negatif, dan bahkan mengobati pengaruh pelet jalur hitam.
Tanpa Puasa, Sanad Jelas, dan Penyelarasan Spiritual
Salah satu keistimewaan Saefi Mahabah adalah proses pengamalannya yang tidak memerlukan puasa panjang seperti kebanyakan ilmu kebatinan lainnya.
Namun demikian, tetap di butuhkan penyelarasan energi dan bimbingan guru agar kekuatan ilmu dapat tersalur dengan benar.
Guru pembimbing menekankan bahwa semua khasiat dan manfaat yang di peroleh bukan semata karena kekuatan ilmu itu sendiri, melainkan atas izin dan kehendak Allah SWT.
Kunci keberhasilan dalam mengamalkan ilmu ini terletak pada keyakinan, keikhlasan, kepasrahan, kesabaran, serta ketakwaan kepada Allah dan Rasulullah SAW.
“Tidak ada kekuatan selain dari Allah. Ilmu ini hanya perantara untuk menumbuhkan kasih sayang, memperkuat rezeki dan membawa kedamaian bagi sesama,” tegas sang guru.
Ilmu seperti Saefi Mahabah menjadi bagian dari kekayaan budaya spiritual Nusantara yang masih bertahan hingga kini Meski sering di anggap mistik,
bagi sebagian masyarakat, ilmu ini merupakan wujud kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan antara energi lahir dan batin, serta sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar manusia dalam bingkai keimanan.(*)







