Jakarta,Eksisjambi.com – Badan Survei Geologi Amerika Serikat (U.S. Geological Survey/USGS) merilis laporan terbarunya mengenai kondisi pasar nikel dunia tahun 2024.
Dalam laporan tersebut, di sebutkan bahwa sumber daya nikel global di perkirakan mencapai lebih dari 350 juta ton,
dengan cadangan sekitar 130 juta ton. Produksi nikel dunia juga mengalami peningkatan Signifikan pada tahun 2022,
total produksi nikel global tercatat sebesar 3,27 juta ton, sementara pada tahun 2023 meningkat menjadi 3,6 juta ton.
Dari jumlah tersebut, Indonesia menempati posisi teratas sebagai produsen nikel terbesar di dunia, dengan catatan produksi sebesar 1,6 juta ton. Angka itu setara dengan 48,48% dari total produksi nikel global.
Selain menjadi produsen utama, Indonesia juga memiliki cadangan nikel terbesar dunia. Pada tahun 2022, cadangan nikel Indonesia tercatat mencapai 21 juta ton, jauh melampaui negara lain.
Menurut USGS, dominasi Indonesia dalam industri nikel global tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang melarang
ekspor bijih nikel mentah dan mendorong hilirisasi industri.Langkah ini membuat Indonesia semakin di perhitungkan dalam rantai pasok global,
khususnya untuk bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) dan energi baru terbarukan.
Para analis menilai, tingginya cadangan serta produksi nikel Indonesia memberikan peluang besar bagi negara ini
untuk memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam transisi energi global.
Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memastikan manfaat ekonomi dapat di rasakan masyarakat secara merata.(*)







