Home / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Sabtu, 6 September 2025 - 07:19 WIB

Inovasi Berbahaya!!..Shahed Rusia Bisa Hindari Pertahanan

Shahed Rusia

Shahed Rusia

Moskow – Rusia terus meningkatkan kapabilitas militernya di tengah perang dengan Ukraina. Laporan terbaru dari United24 menyebutkan Moskow telah menambahkan sistem kendali jarak jauh pada drone Shahed rancangan Iran, sekaligus memperkenalkan versi bertenaga jet yang jauh lebih cepat dan sulit di cegat

Drone Shahed pertama kali di pasok Iran ke Rusia pada 2022, dan sejak itu menjadi salah satu senjata serangan andalan Kremlin. Bagi Teheran, kerja sama ini memberikan keuntungan finansial sekaligus peluang memperluas akses teknologi, sementara bagi Rusia, Shahed menawarkan platform serangan siap pakai tanpa harus menunggu pengembangan dalam negeri.

Seiring berjalannya perang, Rusia tidak hanya mengoperasikan Shahed versi awal. Modifikasi besar-besaran telah di lakukan, termasuk peningkatan hulu ledak yang dilaporkan hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Tingkat produksi pun melonjak drastis: saat ini diperkirakan lebih dari 200 unit per hari, dan target jangka dekat mencapai 1.000 unit per hari.

Baca Juga :  Willie Salim Hadiahkan Mobil Listrik untuk Ustaz Derry Sulaiman

Data United24 mencatat, hanya dalam tiga bulan musim panas 2025, Rusia telah meluncurkan 15.933 Shahed ke Ukraina. Jumlah tersebut termasuk 6.394 drone pada Juli, 5.412 pada Juni, dan lebih dari 4.100 pada Agustus. Serangan kini di lakukan dalam gelombang besar antara 500 hingga 700 drone, sering di padukan dengan rudal balistik maupun rudal jelajah untuk menembus pertahanan Ukraina.

Salah satu inovasi paling menonjol adalah pengembangan Shahed bertenaga jet. Dengan mesin baru, kecepatan drone meningkat dari 170–200 km/jam menjadi hampir 500 km/jam. Kecepatan ini membuatnya jauh lebih sulit di jatuhkan oleh senjata ringan maupun sistem pertahanan rudal jarak dekat Ukraina.

Selain itu, foto-foto dari serangan terbaru menunjukkan adanya kamera internal dan antena modem, yang menandakan Shahed kini mampu di kendalikan dari jarak jauh. Jika sebelumnya hanya mengandalkan jalur penerbangan otomatis, kini operator dapat memantau dan menyesuaikan misi secara real time, menghindari pertahanan atau mengubah target di udara.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran, DPR Tegaskan PPPK Tidak Boleh Dikorbankan: “Tak Ada Pemberhentian”

Kemampuan baru ini memperluas fungsi Shahed. Tidak lagi terbatas menyerang target statis, drone dapat di arahkan ke artileri, kendaraan militer, bahkan helikopter. “Hampir semua pesawat kini rentan,” tulis laporan United24.

Bagi Ukraina, perkembangan ini menjadi tantangan serius di saat persediaan rudal pertahanan udara semakin menipis akibat serangan beruntun Rusia. NATO pun memperhatikan perubahan ini dengan cermat, sebab evolusi Shahed menegaskan bagaimana drone murah dapat menjadi ancaman besar bila di produksi massal dan dipadukan dengan teknologi modern.

United24 menyimpulkan, transformasi Shahed menjadi drone jet berkecepatan tinggi dengan kendali jarak jauh menandai pergeseran berbahaya dalam dinamika perang. Adaptasi ini bisa menjadi penentu fase baru dari konflik udara di Ukraina.(*)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pj. Bupati Asraf Peringatan Hari Kartini ke-146

Advertorial

Wagub Sani : Manfaat Sholawat Nabi Penting Diketahui Umat Muslim

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Lantik Tiga PAW Anggota Dewan
Fly over

Daerah

Penampakan Terbaru Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik
Banjir bandang mematikan menerjang perbatasan Nepal dan Tibet

Daerah

Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
OPPO Find X9 Ultra hadir dengan kamera 200MP

Daerah

OPPO Find X9 Ultra Resmi Diperkenalkan
Veda Ega Pratama dijuluki “Roket Moto3” oleh media Jerman Speedweek

Daerah

Veda Ega Pratama Dijuluki “Roket Moto3” oleh Media Jerman Usai Debut Sensasional di Buriram
MLBB Februari 2026

Daerah

Kode Redeem MLBB Terbaru 12 Februari 2026, Ini Daftar Lengkap