Bukittinggi,http://Eksisjambi.com – Pemerintah Kota Bukittinggi terus melanjutkan program penataan kawasan Jam Gadang sebagai upaya menciptakan lingkungan wisata dan pusat perdagangan yang lebih tertib, nyaman, serta menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Penataan yang di lakukan tidak hanya mencakup relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Jam Gadang ke Pasa Ateh, tetapi juga berbagai pembenahan pendukung yang bertujuan meningkatkan kualitas kawasan strategis tersebut.
Hingga akhir Mei 2026, tercatat sebanyak 95 pedagang telah menempati lokasi baru yang di sediakan di lantai dasar Pasa Ateh. Relokasi ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menata ruang publik agar lebih rapi tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang.
Pemerintah Kota Bukittinggi juga telah menyiapkan tambahan area relokasi untuk menampung pedagang lainnya yang akan di pindahkan secara bertahap. Langkah tersebut di lakukan guna memastikan proses penataan berjalan lancar serta memberikan ruang usaha yang layak bagi seluruh pedagang terdampak.
Sebagai bentuk dukungan terhadap proses relokasi, para pedagang yang menempati lokasi baru di Pasa Ateh di berikan fasilitas berjualan secara gratis pada tahap awal penempatan. Kebijakan ini di harapkan dapat membantu para pedagang beradaptasi dengan lokasi baru sekaligus menjaga stabilitas aktivitas ekonomi mereka.
Selain relokasi pedagang, pemerintah juga melakukan berbagai pembenahan fisik di kawasan sekitar Pasa Ateh. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan area pertokoan, penataan lingkungan, serta peningkatan fasilitas pendukung guna menciptakan kawasan yang lebih bersih, tertata, aman, dan nyaman bagi pengunjung.
Penataan kawasan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperkuat fungsi kawasan wisata sekaligus pusat perdagangan yang menjadi ikon daerah. Dengan lingkungan yang lebih tertib dan fasilitas yang semakin memadai, di harapkan daya tarik kawasan Jam Gadang dan Pasa Ateh dapat terus meningkat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, kawasan Jam Gadang di harapkan berkembang menjadi ruang publik yang nyaman, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat sektor pariwisata Kota Bukittinggi di masa mendatang.**






