Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Religi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:02 WIB

Keindahan Manusia Lahir dari Kedewasaan Batin dan Kebijaksanaan Bertutur

etika berbicara

etika berbicara

http://Eksisjambi.com– Keindahan manusia sejatinya tidak semata-mata terpancar dari wajah yang elok atau suara yang lantang. Lebih dari itu, keindahan lahir dari kesadaran halus yang hidup di dalam batin kesadaran yang membimbing seseorang untuk bersikap hati-hati, menimbang kata, dan memahami dampak dari setiap ucapan yang ia lepaskan ke dunia.

Manusia dengan kedewasaan batin memahami bahwa kata bukan sekadar rangkaian bunyi. Kata memiliki daya, mampu membangun harapan atau justru meruntuhkan jiwa. Karena itu, ia menempatkan ucapannya dengan penuh pertimbangan, layaknya seorang peziarah yang melangkah perlahan di jalan rapuh agar tak mencederai diri maupun orang lain.

Baca Juga :  Bank Jambi Cab.Kerinci Gelar Pelatihan Penggunaan Aplikasi Cash Management System (CMS)

Kesadaran semacam ini menjadi penanda kematangan jiwa. Ia tahu, setiap manusia membawa luka yang tidak selalu tampak di permukaan. Satu kalimat yang ceroboh dapat membuka kembali retakan lama yang berusaha disembuhkan. Dalam konteks ini, diam tidak dimaknai sebagai kelemahan, melainkan sebagai wujud empati tertinggi. Ia memilih menjaga perasaan, bukan mengejar kemenangan dalam perdebatan.

Di tengah dunia yang kian bising dan gemar bersuara keras, manusia dengan karakter demikian terasa semakin langka. Ia tidak berlomba untuk menjadi yang paling didengar, melainkan berusaha agar kehadirannya tidak melukai. Ia memahami bahwa kebenaran yang disampaikan tanpa kebijaksanaan sering kali berubah menjadi kekasaran yang disamarkan oleh dalih kejujuran.

Baca Juga :  Membangun Jambi dari Saf Pertama: Analisis Politik dan Hukum Islam atas Program SUBLING Al Haris

Baginya, tujuan berbicara bukan hanya menyampaikan isi pikiran, tetapi juga menjaga kemanusiaan. Setiap kata harus mampu mempertahankan martabat, bukan sekadar membuktikan siapa yang paling benar.

Pada akhirnya, keindahan manusia dengan kesadaran batin ini memang tidak mencolok. Ia tidak menyilaukan, namun menenangkan. Seperti cahaya lembut di senja hari tidak memaksa mata untuk terpaku, tetapi cukup untuk membuat hati merasa aman dan damai.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Safari subuh keliling, Gubernur Al Haris himbau masyarakat agar tidak melalaikan shalat
Ketua Komisi II DPRD Tanjung Jabung Barat, Syufrayogi Syaiful

Daerah

Ketua Komisi II DPRD Tanjabar Ikuti Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026
Badan Kepegawaian Negara

Daerah

BKN Tegaskan Aturan UKOM untuk Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional, Ini yang Wajib Dipahami ASN

Daerah

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Puluhan Penerbangan Terdampak

Daerah

Sekda Kerinci Minta Masyarakat Ikuti Aturan Larangan Mudik .
UNIFIL PBB

Internasional

Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL di Lebanon, Dua Personel TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB
SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Daerah

400 Siswa Terbaik Ikuti Seleksi Terpusat SMA KTB di Akpol, Hanya 180 Akan Diterima

Advertorial

Wagub Sani Ajak ASN Tingkatkan Kecerdasan Intelektual dan Sosial