SUNGAI PENUH, http://Eksisjambi.com – Semangat gotong royong ditunjukkan Kelompok Tani Perintis Desa Tanjung Muda, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, dalam mendukung program Pemerintah Kota Sungai Penuh menuju swasembada pangan.
Secara tradisional, para petani membuka lahan gambut yang telah lama terlantar dengan menggunakan peralatan sederhana seperti tangan dan golok untuk dijadikan lahan persawahan produktif.
Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Alfin–Azhar, yang menargetkan terwujudnya Kota Sungai Penuh sebagai daerah swasembada pangan.
Ketua Kelompok Tani PERINTIS, Hendri, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh kebijakan dan program pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat.
“Kami dari Kelompok Tani PERINTIS siap mendukung program Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mewujudkan swasembada pangan. Ini adalah bentuk komitmen kami sebagai petani,” ujar Hendri.
Ia juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong akan terus dijaga bersama anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar dalam membuka lahan-lahan tidur yang masih belum termanfaatkan.
“Kami akan tetap semangat bersama masyarakat. Insyaallah, lahan tidur yang belum terbuka akan kami upayakan untuk diolah secara bergotong royong,” tambahnya.
Kelompok Tani PERINTIS menargetkan pembukaan lahan sawah tidur seluas 12 hektare. Hingga saat ini, kegiatan gotong royong pembukaan lahan tersebut telah memasuki minggu ke-10 dan terus berjalan dengan penuh semangat.
Keberhasilan pengolahan kembali lahan yang telah puluhan tahun terbengkalai ini juga tidak terlepas dari perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Sungai Penuh, khususnya melalui upaya normalisasi Sungai Batang Merao. Dengan normalisasi tersebut, aliran air kembali lancar sehingga lahan-lahan tidur di sekitarnya kini dapat diolah kembali menjadi sawah produktif.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Sungai Penuh secara berkelanjutan. (*)







