Home / Internasional / Nasional / News

Jumat, 19 September 2025 - 15:56 WIB

Pulau Nauru, Dulu Negara Terkaya Dari Hasil Tambang Kini Bangkrut

Pulau Nauru

Pulau Nauru

Eksisjambi.com – Nauru adalah negara yang dulu-nya punya kekayaan tambang melimpah dan sempat menjadi negara terkaya di dunia berdasarkan pendapatan per kapita-nya. Namun, kini jadi negara yang berujung pada kehancuran dan hanya bergantung ke negara lain.

Nauru, negara mikro di Pasifik Selatan yang hanya seluas sekitar 21 km², menjadikannya negara republik terkecil di dunia. Meski kecil, Nauru pernah mencicipi masa kejayaan ekonomi yang luar biasa pada abad ke-20 karena kekayaan tambang fosfatnya.

Fosfat di Nauru terbentuk dari tumpukan kotoran burung laut (guano) yang mengendap selama ribuan tahun dan menghasilkan bahan baku pupuk berkualitas tinggi dan Penambangan di mulai sejak era kolonial Jerman dan di lanjutkan oleh Inggris, Australia, dan Selandia Baru setelah Perang Dunia I.

Baca Juga :  Mengapa Pulau Biak Dilirik Dunia untuk Proyek Luar Angkasa?

Setelah merdeka pada 1968, Nauru mengambil alih kendali penuh atas sumber dayanya dan meraup miliaran dolar dari ekspor fosfat.

Namun, ketergantungan tunggal pada sumber daya alam ini berujung pada kehancuran ekologis yang masif, Sejak awal 1900-an, lebih dari 80% daratan Nauru telah di tambang, menyisakan lanskap batu kapur yang tandus, tidak layak huni, dan kehilangan kemampuan tanah untuk menyerap air.

Keanekaragaman hayati pun musnah, meninggalkan ekosistem yang nyaris mati dan tidak mampu mendukung kehidupan secara berkelanjutan.
Kerusakan lingkungan ini membawa dampak sosial yang sangat serius bagi masyarakat Nauru.

Baca Juga :  Mustika Lipan, Batu Langka yang Diyakini Punya Khasiat Spiritual

Ketika alam tak lagi bisa di andalkan, berbagai masalah mulai muncul, angka obesitas dan diabetes melonjak, kekerasan dalam rumah tangga meningkat, pengangguran meluas, dan
masyarakat mengalami krisis kesehatan mental serta kehilangan identitas budaya mereka.

Kisah Nauru menjadi pelajaran penting bagi negara-negara seperti Indonesia bahwa tanpa visi jangka panjang dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, kekayaan yang melimpah justru bisa menjadi awal dari kehancuran yang tak terelakkan.(*)

Share :

Baca Juga

Polri mencetak sejarah dengan menganugerahkan Medali Vira Satya Manava Raksaka Pasu kepada Reno,

Daerah

Polri Ukir Sejarah, Anjing Pelacak Reno Dianugerahi Medali Kapolri sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Daerah

Alvita Harumkan Nama Kota Sungaipenuh di Cabor Karate Se-Sumatra 

Advertorial

Program Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah Tahap 3 Tahun 2023, sukses di laksanakan di Kec Sungai Bungkal

Internasional

PHK Meningkat 32 Persen, 42 Ribu Pekerja Terdampak 
Nuzran Joher, putra Rawang Sungai Penuh Jambi, resmi dilantik Presiden Prabowo

Daerah

Putra Jambi Nuzran Joher Resmi Dilantik Jadi Anggota Ombudsman RI 2026–2031

Daerah

Wakil Ketua I DPRD Hardizal Hadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Pesisir Selatan ke-78

Advertorial

Gubernur Al Haris Harap APBDes Hasilkan Inovasi

Advertorial

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Pengumuman, Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada Serentak Tahun 2024