Bukittinggi, http://Eksisjambi.com – Kericuhan terjadi di Kampus Universitas Fort de Kock, Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (22/7/2026), saat aparat gabungan memasuki area kampus dalam rangka pengamanan konflik lahan yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dengan Yayasan Fort de Kock.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, sejumlah personel Satpol PP bersama unsur TNI dan Polri tampak berada di lingkungan kampus. Kehadiran aparat memicu ketegangan dengan warga kampus, termasuk dosen dan petugas keamanan internal.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat aksi saling dorong antara aparat dengan sejumlah dosen serta pengamanan kampus. Insiden itu memunculkan dugaan adanya tindakan kekerasan fisik di tengah upaya pengamanan.
Suasana di lokasi sempat memanas ketika kedua belah pihak terlibat adu mulut dan saling berdesakan. Sejumlah warga kampus terlihat berusaha mempertahankan akses ke area kampus, sementara aparat tetap melakukan pengamanan sesuai tugasnya.
Hingga berita ini di tulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bukittinggi, pihak Universitas Fort de Kock maupun aparat kepolisian terkait kronologi lengkap, penyebab pasti kericuhan, serta dugaan adanya korban akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video kericuhan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Berbagai pihak pun mendesak agar persoalan konflik lahan di selesaikan secara damai dan sesuai dengan ketentuan hukum, serta meminta dugaan tindakan kekerasan dalam insiden tersebut di usut secara transparan apabila terbukti terjadi.
Redaksi masih menunggu konfirmasi resmi dari seluruh pihak terkait dan akan memperbarui informasi ini setelah keterangan resmi di terima.*







