MANOKWARI – Kepolisian mengungkap motif pembunuhan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Indri (60) yang tewas di tangan tiga majikannya di Manokwari, Papua Barat. Para pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga nekat menganiaya korban lantaran merasa kesal karena Indri memutuskan berhenti bekerja.
Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan mengatakan, kejadian tragis itu dipicu emosi para pelaku yang tidak dapat menerima keputusan korban untuk tidak lagi bekerja di rumah mereka.
“Motif para pelaku karena kesal korban sudah tidak bisa kerja lagi,” ujar Ongky Isgunawan dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).
Menurut hasil penyelidikan kepolisian, rasa kesal tersebut kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan. Ketiga pelaku secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban di dalam rumah. Akibat penganiayaan tersebut, Indri mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.
Polisi menyatakan, kasus ini terungkap setelah menerima laporan dan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi serta para terduga pelaku. Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengakui perbuatannya.
Saat ini, para pelaku telah diamankan di Mapolresta Manokwari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti guna melengkapi berkas perkara.
Kombes Ongky menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan. Para pelaku akan dijerat dengan pasal pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan terhadap pekerja rumah tangga. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan secara manusiawi dan tidak menggunakan kekerasan dalam bentuk apa pun. (*)







