Religi, Eksisjambi.com – Khutbah Jumat bertajuk “Percakapan di Tengah Kobaran Api Neraka” yang disampaikan oleh Abidz Shah mengajak umat Islam untuk merenungkan dialog menggetarkan antara penghuni neraka sebagaimana diabadikan Allah SWT dalam Surah Al-Muddatsir ayat 42-44.
Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat merupakan tempat kembali yang kekal. Oleh karena itu, setiap muslim diajak meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Khatib menjelaskan bahwa Al-Qur’an menggambarkan percakapan yang sangat menggugah di dalam neraka. Allah SWT berfirman:
“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqar (neraka)?” (QS. Al-Muddatsir: 42).
Menurut khatib, pertanyaan tersebut tidak ditujukan kepada kelompok tertentu berdasarkan status sosial, melainkan kepada para penghuni neraka. Jawaban mereka menjadi pelajaran besar bagi seluruh umat manusia.
Pengakuan pertama yang disampaikan penghuni neraka adalah:
“Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat.” (QS. Al-Muddatsir: 43).
Khatib menegaskan bahwa meninggalkan shalat menjadi pengakuan pertama yang disebutkan penghuni neraka, bahkan sebelum menyebut berbagai dosa lainnya. Padahal, shalat merupakan tiang agama dan pembeda antara keimanan dan kekufuran.
Untuk memperkuat pesan tersebut, khatib mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Tirmidzi:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir.”
Selain hubungan dengan Allah SWT, khutbah juga menyoroti pentingnya hubungan antarsesama manusia. Hal itu tercermin dalam pengakuan kedua penghuni neraka:
“Dan kami tidak memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Muddatsir: 44).
Khatib mengingatkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Seseorang tidak cukup hanya rajin beribadah, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap fakir miskin, tetangga, dan mereka yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, turut disampaikan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa seseorang belum sempurna imannya apabila dirinya kenyang sementara tetangganya kelaparan.
Melalui dua pengakuan penghuni neraka tersebut, khatib menegaskan bahwa kerusakan hubungan dengan Allah terjadi karena meninggalkan shalat, sedangkan kerusakan hubungan dengan sesama disebabkan hilangnya kepedulian terhadap orang-orang miskin.
Menjelang akhir khutbah pertama, jamaah diajak merenungkan bahwa suatu saat setiap manusia akan meninggalkan seluruh jabatan, harta, dan kebanggaan dunia. Yang akan menyertai hanyalah amal perbuatan selama hidup di dunia.
Karena itu, khatib mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga shalat lima waktu, memperbanyak sedekah, membantu sesama, serta mempersiapkan bekal terbaik sebelum datangnya hari pembalasan.
Khutbah kemudian ditutup dengan doa agar Allah SWT menjadikan seluruh kaum muslimin sebagai hamba yang istiqamah dalam mendirikan shalat, gemar bersedekah, serta memperoleh keselamatan dan surga-Nya.*







