KAIRO, http://Eksisjambi.com – Sebuah klaim yang menyebutkan bahwa Piramida Agung Giza berusia 170.000 tahun dan tidak di bangun oleh bangsa Mesir Kuno kembali beredar luas di media sosial dan sejumlah platform alternatif. Klaim tersebut menyatakan adanya physical evidence atau bukti fisik yang di anggap membantah sejarah arkeologi konvensional.
Narasi ini memicu perdebatan publik karena bertentangan dengan konsensus ilmiah yang telah mapan selama puluhan tahun.
Dalam sejumlah unggahan dan artikel daring, di sebutkan bahwa usia Piramida Agung jauh lebih tua dari peradaban Mesir Kuno, bahkan di klaim berasal dari era prasejarah ketika manusia modern belum membangun peradaban kompleks. Beberapa pihak mengaitkan klaim ini dengan dugaan peradaban maju yang hilang atau campur tangan makhluk non-manusia.
Namun hingga kini, klaim tersebut tidak di sertai publikasi ilmiah yang terverifikasi di jurnal arkeologi atau geologi bereputasi.
Para arkeolog dan sejarawan menegaskan bahwa Piramida Agung Giza di bangun sekitar tahun 2580–2560 SM, pada masa pemerintahan Firaun Khufu (Dinasti Ke-4 Mesir Kuno).
Bukti yang mendukung hal ini meliputi:
- Prasasti nama Khufu di ruang internal piramida
- Catatan administrasi pembangunan (Papirus Wadi al-Jarf)
- Metode penanggalan radiokarbon pada material organik di lokasi
- Kesinambungan gaya arsitektur dengan piramida lain di Mesir
“Tidak ada bukti arkeologis yang sahih yang menunjukkan Piramida Giza berusia ratusan ribu tahun,” tegas sejumlah pakar Mesir Kuno dalam berbagai publikasi akademik.
Arkeolog menilai klaim tersebut sebagai pseudoarkeologi, yakni teori yang tidak mengikuti metode ilmiah, sering kali memanfaatkan spekulasi tanpa data yang dapat di uji.
“Jika ada bukti fisik baru, seharusnya di publikasikan melalui mekanisme ilmiah dan di uji oleh komunitas global. Sampai hari ini, itu tidak pernah terjadi,” ujar seorang peneliti arkeologi Timur Tengah.
Pakar mengingatkan masyarakat agar kritis terhadap klaim sensasional, terutama yang bertentangan dengan temuan ilmiah yang telah di uji lintas disiplin. Popularitas suatu klaim di media sosial tidak serta-merta menjadikannya benar.
Sejarah Piramida Giza sendiri tetap menjadi salah satu pencapaian teknik terbesar umat manusia, di bangun dengan kemampuan luar biasa bangsa Mesir Kuno tanpa perlu di tambahi narasi yang tidak di dukung bukti.
Hingga saat ini, tidak ada bukti fisik yang valid yang menunjukkan Piramida Agung Giza berusia 170.000 tahun atau di bangun oleh pihak selain bangsa Mesir Kuno. Klaim tersebut masih berada di ranah spekulasi dan tidak di akui oleh komunitas ilmiah internasional.**







