Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:43 WIB

JK : Perang Modern Dimenangkan oleh Penguasa Teknologi, Bukan Lagi Jumlah Tentara

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Yogyakarta, http://Eksisjambi.com – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, menegaskan bahwa dalam konflik atau perang modern saat ini, kemenangan tidak lagi di tentukan oleh banyaknya jumlah batalyon atau tentara yang di miliki suatu negara, melainkan oleh penguasaan teknologi.

Hal tersebut di sampaikan Jusuf Kalla saat mengisi kajian bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” yang di gelar di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis lalu.

Dalam pemaparannya, JK menjelaskan bahwa dinamika peperangan global telah mengalami perubahan besar di bandingkan masa lalu. Jika sebelumnya kekuatan militer identik dengan jumlah pasukan yang besar, maka saat ini teknologi menjadi faktor utama yang menentukan kemenangan dalam konflik.

“Sekarang yang menang dalam perang bukan lagi yang punya batalyon paling banyak atau tentara paling besar, tetapi yang menguasai teknologi,” ujar JK di hadapan peserta kajian.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Menurutnya, perkembangan teknologi militer seperti sistem pertahanan modern, drone, kecerdasan buatan, hingga sistem persenjataan canggih telah mengubah pola strategi perang di berbagai belahan dunia.

JK mencontohkan sejumlah konflik global yang memperlihatkan bagaimana teknologi mampu memberikan keunggulan signifikan bagi pihak yang menguasainya. Negara dengan kemampuan teknologi tinggi mampu melakukan serangan presisi, pengawasan jarak jauh, serta pengendalian operasi militer secara lebih efektif.

Selain itu, JK juga menyoroti pentingnya strategi diplomasi bagi Indonesia dalam menghadapi potensi eskalasi konflik regional di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks dan bersifat multipolar.

Menurutnya, Indonesia perlu memainkan peran aktif dalam diplomasi internasional guna menjaga stabilitas kawasan sekaligus menghindari dampak negatif dari konflik antarnegara.

Baca Juga :  Sejarah Kelam Lubang Jepang Bukittinggi Sumatera Barat 

“Diplomasi menjadi kunci penting agar Indonesia tetap dapat menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan konflik yang bisa berdampak pada keamanan nasional,” jelasnya.

JK menambahkan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konflik global, Indonesia juga perlu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, riset, serta pengembangan teknologi strategis agar tidak tertinggal dalam percaturan global.

Kajian tersebut di hadiri oleh mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi mengenai peran diplomasi Indonesia dalam menghadapi potensi konflik di era geopolitik baru.

Melalui forum tersebut, JK berharap generasi muda Indonesia semakin memahami pentingnya penguasaan teknologi serta peran diplomasi dalam menjaga perdamaian dunia dan kepentingan nasional Indonesia.**

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Dunia Pendidikan Dinilai Tak Relevan Lagi

Daerah

Kode Redeem Terbaru Mobile Legends, hingga FC Mobile, Ini Daftarnya!
Atlas 3I

Internasional

Atlas 3I, Komet Antarbintang Ketiga yang Melintasi Tata Surya

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gelar Kompetisi Pendidikan 2026

Advertorial

Sekda Provinsi Jambi Kolaborasi Pemda Jambi Bersama Polda Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Advertorial

Pj. Bupati Kerinci Asraf Hadiri Upacara Peringatan HUT TNI ke-79 Tahun 2024

News

Ketua DPRD Lendra Wijaya Mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
BMKG Indonesia

Daerah

BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini, Pasang Ribuan Detektor