Eksisjambi.com,Lima Puluh Kota – Rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang sebelumnya dilaporkan tersesat di kawasan hutan Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Rombongan yang terdiri dari 24 orang ini berhasil ditemukan oleh tim pencarian gabungan pada Kamis malam, Mereka terdiri dari 17 mahasiswa KKN, Wali Nagari, Wali Jorong, serta tiga orang pemuda setempat yang turut mendampingi kegiatan penelusuran lokasi sumber air di dalam kawasan hutan.
Sebelumnya, rombongan ini dikabarkan tersesat usai melakukan eksplorasi wilayah hutan untuk kegiatan pendataan sumber daya alam. Komunikasi sempat terputus selama beberapa jam sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga dan pemerintah setempat.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan masyarakat segera dikerahkan setelah laporan diterima pada Kamis sore. Setelah pencarian selama lebih dari enam jam, seluruh anggota rombongan ditemukan dalam kondisi selamat meski dalam keadaan lelah dan lapar.
“Alhamdulillah semua selamat. Mereka hanya kehabisan arah karena kondisi medan yang cukup sulit dan minim sinyal,” ujar Kepala BPBD Lima Puluh Kota, Rudi Hartono.
Pihak Universitas Andalas menyampaikan terima kasih atas respon cepat dari aparat dan masyarakat dalam pencarian. Koordinator KKN Unand juga menyatakan akan melakukan evaluasi terkait prosedur keamanan kegiatan lapangan di lokasi-lokasi terpencil.
“Ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat aspek mitigasi risiko dalam kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa ke depan,” ujar Dr. Reni Oktaviani, selaku dosen pembimbing lapangan.
Sementara itu, masyarakat Nagari Pauh Sangik mengaku lega dengan ditemukannya seluruh peserta dalam keadaan selamat. Mereka berharap kegiatan semacam ini tetap dilanjutkan, namun dengan persiapan lebih matang terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi risiko tinggi.







