JAKARTA,http://Eksisjambi.com – Pengamat langit kembali mendapat kesempatan menyaksikan fenomena astronomi menarik. Pada Kamis, 17 September 2026, Bulan akan tampak berdekatan dengan Antares, bintang paling terang di rasi Scorpius (Kalajengking).
Fenomena yang di kenal sebagai konjungsi Bulan dan Antares ini dapat diamati mulai sekitar pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat. Bulan dan Antares akan terlihat menghiasi langit bagian barat setelah Matahari terbenam.
Dalam peristiwa ini, Antares akan tampak berada di dekat Bulan sebagai titik cahaya berwarna merah-oranye. Namun, pengamat tidak perlu membandingkannya dengan Venus yang beberapa waktu lalu tampak sangat terang di langit malam.
Antares memiliki magnitudo semu sekitar +1,0, sehingga cahayanya jauh lebih redup dibandingkan planet Venus. Selain itu, cahaya Bulan yang terang dapat membuat bintang ini sedikit lebih sulit dikenali, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan tingkat polusi cahaya tinggi.
Meski tampak kecil dari Bumi, Antares merupakan salah satu bintang paling menakjubkan di galaksi. Bintang ini termasuk kategori superraksasa merah dengan ukuran yang di perkirakan mencapai sekitar 700 kali diameter Matahari. Jaraknya dari Bumi diperkirakan sekitar 550 tahun cahaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengamati fenomena ini, berikut beberapa tips agar lebih mudah melihatnya:
- Waktu terbaik pengamatan: pukul 18.00–22.00 waktu setempat.
- Arah pandangan: lihat ke arah langit bagian barat.
- Cara mengenali Antares: cari titik cahaya merah-oranye yang berada di sekitar Bulan.
- Gunakan alat bantu: binokular dapat membantu melihat Antares dengan lebih jelas.
Fenomena konjungsi Bulan dan Antares menjadi salah satu kesempatan menarik untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus mengenal lebih dekat objek-objek luar angkasa yang dapat di amati tanpa peralatan khusus.*







